MENGOLAH EMOSI DENGAN MENULIS EKSPRESIF
Expressive Writing atau menulis ekspresif merupakan sebuah proses terapi dengan menggunakan metode menulis secara ekspresif untuk mengungkapkan pengalaman emosional yang dirasakan individu sehingga dapat membantu memperbaiki kesehatan fisik, menjernihkan pikiran, memperbaiki perilaku dan menstabilkan emosi.
Dengan cara menuliskan perasaan-perasaan yang ada dalam diri ke dalam sebuah buku dengan cara menceritakan atau naratif, seperti layaknya curhat namun dalam bentuk tulisan. Menulis dengan fokus dapat memiliki efek yang sangat positif pada seseorang yang sehat bahkan bagi orang yang sedang sakit atau sedang menghadapi masalah. Manfaat menulis dengan model seperti ini, tidak saja bermanfaat bagi mereka yang memendam rahasia hidup dramatis, tapi juga mereka yang menghadapi permasalahan dalam kehidupannya, misalnya penolakan cinta, atau yang mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya.
Ekspresif diartikan sebagai kemampuan untuk menggambarkan perasaan/isi hati/emosi dengan tepat. Sedangkan emosi diartikan sebagai sesuatu yang menyangkut perasaan mendalam seseorang. Jadi, Expressive Writing atau menulis ekspresif yaitu mengungkapkan isi pikirkan atau perasaan yang dialami oleh seseorang melalui tulisan tangan.
Menulis ekspresif dapat membantu seseorang menyalurkan ide, perasaan dan harapan ke dalam suatu media yang bertahan lama dan membuat merasa aman, membantu seseorang memberikan respon yang sesuai dengan stimulusnya sehingga seseorang tidak membuang waktu dan energi untuk menekan perasaannya. Selain itu, dapat membantu seseorang mengurangi tekanan yang dirasakannya sehingga membantunya mereduksi stres atau masalah. Dengan cara mengeluarkan isi hati dan perasaan yang dirasakan melalui tulisan.
Hal yang perlu diperhatikan dalam menulis ekspresif adalah banyak menggunakan kata-kata yang beremosi positif seperti bahagia, cinta, baik, tertawa, dan tidak banyak mengandung kata-kata yang mengandung emosi negatif seperti marah, terluka, buruk. Menggunakan lebih banyak kata-kata kognitif seperti pemikiran kausal (sebab, akibat, alasan) dan wawasan/refleksi diri (memahami, menyadari, mengetahui. Membangun kisah yang jelas, koheren, dan terorganisir dengan baik. Menulis tanpa memperhatikan tata bahasa ataupun diksi, menulis saja, kemudian menulis lagi dan terus menulis. Menulis bisa di dalam buku diari, jurnal pribadi, catatan atau di buku/note khusus, bebas di mana saja.
Menulis dapat membantu individu untuk lebih mengenali diri sendiri, meningkatkan kreativitas dan kemampuan menyelesaikan masalah serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. Selain itu, dengan menulis, seseorang dapat membantu proses katarsis emosi tersendiri, sehingga orang-orang yang kurang mampu untuk mengekspresikan secara verbal akan terbantu dengan metode menulis ekspresif ini.
Jadi menulislah karena dengan menulis seseorang dapat mendapatkan manfaat yang banyak terutama bagi diri sendiri. Salah satunya adalah untuk mengendalikan emosi.

