Jalan Sunyi: Jejak Langkah di Pagi yang Diam

Jalan Sunyi: Jejak Langkah di Pagi yang Diam

Di jalan sunyi yang diterangi mentari,
Jejak langkahku merayap perlahan,
Pagi yang diam, dalam keheningan,
Sebuah cerita tersembunyi bersemi.

Kicau burung pun terdengar pelan,
Melodi pagi meresapi hati yang hening,
Jalan sunyi, membuka pintu waktu,
Dalam sepi, cerita terbentang lebar.

Langkahku seolah menyusuri kisah,
Di setiap batu, dalam pasir yang halus,
Jalan yang sunyi, seperti lembaran kosong,
Menanti catatan perjalanan yang tersirat.

Pohon-pohon di tepian jalan,
Menyapa dengan dedaunan yang gemerlapan,
Jejak langkahku, satu detik di pagi yang sunyi,
Menjadi nyanyian, menghentak di dada bumi.

Pagi yang diam, mengajariku arti kesepian,
Di jalan sunyi, temukan keindahan,
Langkahku membentuk puisi,
Jejak langkah di pagi yang sunyi.

Dalam sunyi, terdengar nyanyian hati alam,
Jejak langkah menyatu dengan riuh pepohonan,
Jalan yang sunyi, mengajak merenungi,
Hening pagi, menjelma puisi yang abadi.