Jingga yang Memudar di Batas Laut
Di batas laut yang jauh membiru,
Jingga perlahan meredup, mengalun pilu,
Seperti cerita yang tak sempat tersampaikan,
Terbawa angin, tersapu ombak perlahan.
Langit dan laut berpagut di cakrawala,
Dalam pelukan senja yang merona,
Warna-warna yang dulu membara,
Kini pudar, tenggelam dalam hampa.
Bayang-bayang kapal di kejauhan,
Melukis siluet dalam kesunyian,
Menemani jingga yang perlahan sirna,
Menyisakan jejak yang tak teraba.
Di batas laut yang jauh memeluk malam,
Jingga berbisik dalam lirih kelam,
Tentang waktu yang terus berlalu,
Menyapu segala yang pernah membiru.
Namun meski ia pudar dan hilang,
Cahayanya tetap terpatri dalam kenang,
Seperti cinta yang tak pernah lekang,
Menghiasi langit, walau hanya bayang.

