Webinar Desain Pembelajaran Matematika Integratif (Budaya, Teknologi, Keislaman)

Webinar Desain Pembelajaran Matematika Integratif (Budaya, Teknologi, Keislaman)

Sabtu, 23 November 2024 – Dunia pendidikan kembali diwarnai dengan inovasi baru dalam pengajaran matematika melalui webinar yang bertajuk “Desain Pembelajaran Matematika Integratif (Budaya, Teknologi, dan Keislaman)." Acara sukses diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Mataram. Webinar bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa, pendidik, dan praktisi pendidikan mengenai desain pembelajaran matematika yang tidak hanya inovatif tetapi juga relevan dengan nilai-nilai budaya dan keislaman, serta memanfaatkan perkembangan teknologi terkini. Webinar dihadiri lebih dari 70 peserta yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Mataram, mahasiswa Program Studi Tadris Matematika Institut Ahmad Dahlan Probolinggo, dan peserta umum yang berprofesi sebagai pendidik.

Acara dimoderatori oleh Lulu‘ Desmala Bafadhal mahasiswi Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Mataram. Acara dimulai sekaligus dibuka oleh Bapak M. Gunawan Supiarmo, M.Pd. selaku dosen Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Mataram. Dalam pengantarnya Bapak M. Gunawan Supiarmo, M.Pd. menyampaiakan bahwa pembelajaran adalah kegiatan mentransfer ilmu kepada peserta didik. Namun, pada praktiknya di lapangan pendidik masih menemui banyak permasalahan yang kompleks dan rumit salah satunya dalam pembelajaran matematika. Permasalahan yang sering muncul adalah peserta didik masih menganggap bahwa pelajaran matematika itu menakutkan. Hal ini, disebabkan karena rasa cemas dan tegang yang muncul ketika peserta didik dihadapkan dengan permasalahan matematika, yang sering disebut sebagai "math anxiety,". Faktor lain yang tak kalah penting adalah kurangnya keterampilan berpikir kritis dan kreatif, sehingga peserta didik kesulitan menghubungkan konsep matematika dengan situasi kehidupan nyata. Berdasarkan permaslahan tersebut sehingga penting untuk diadakan webinar membuat desain pembelajaran yang terintegrasi dengan budaya, teknologi, dan keislaman. Guna memberikan inspirasi bagi pendidik dan memberikal bekal wawasan keilmuwan bagi mahasiswa.

Narasumber dalam webinar kali ini menghadirkan pakar pembelajaran integratif, yaitu Bapak Nur Wiji Sholikin, M.Pd. dosen sekaligus Ketua Program Studi Tadris Matematika Institut Ahmad Dahlan Probolinggo. Paparan pertama menyoroti tentang cara mengintegrasikan budaya lokal ke dalam pembelajaran matematika. "Matematika itu ada di sekitar kita, mulai dari pola kain batik, rumah adat, candi, seni tari, hingga seni musik. Dengan mengangkat budaya dalam pengajaran, kita tidak hanya mengajarkan angka, tetapi juga identitas," ungkapnya dengan antusias.

Paparan kedua narasumber membahas tentang pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran matematika. "Di era digital ini, peserta didik membutuhkan pengalaman belajar yang relevan dengan dunia nyata, dan teknologi adalah jembatannya," jelasnya. Berdasarkan tuntutan zaman yang serba digital narasumber menekankan pada Desain pembelajaran matematika secara sinkronus dan asinkronus menawarkan pendekatan yang saling melengkapi untuk mendukung proses belajar peserta didik. Dalam pembelajaran sinkronus, guru dan peserta didik berinteraksi secara langsung dalam waktu nyata melalui platform seperti video konferensi atau kelas daring, yang memungkinkan diskusi interaktif, penjelasan konsep yang mendalam, serta tanya jawab langsung. Sebaliknya, pembelajaran asinkronus memberikan fleksibilitas waktu kepada peserta didik untuk belajar secara mandiri melalui materi yang telah disediakan, seperti video pembelajaran, modul interaktif, atau forum diskusi daring. Dalam pembelajaran matematika, pendekatan sinkronus dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan konsep-konsep kompleks yang memerlukan panduan langsung, sementara asinkronus memungkinkan peserta didik memperkuat pemahaman melalui latihan soal, eksplorasi mandiri, atau ulasan materi secara berulang. Dengan memadukan keduanya, desain pembelajaran dapat lebih efektif dalam menjawab kebutuhan peserta didik yang beragam, menciptakan pengalaman belajar yang holistik dan mendalam.

Selanjutnya, narasumber juga memaparkan bagaimana nilai-nilai Islam dapat menjadi elemen yang memperkaya pembelajaran matematika. “Ada dua model integrasi yang dapat digunakan dalam mendesain pembelajaran matematika yang menarik dan bermakna, yang pertama model integrasi matematika dengan nilai-nilai keislaman yang bersumber dari al-Qur’an dan yang kedua model integrasi matematika dengan nilai-nilai keislaman yang bersumber dari hadits.“  Ungkapnya dengan antusias. Narasumber juga memberikan beberapa contoh nilai-nilai keislaman yang memuat konsep matematika seperti perhitungan zakat, muamalah, ibadah, konsep sedekah, dan ilmu falak.

Webinar ini tidak hanya menawarkan teori, tetapi juga panduan praktis bagi para pendidik untuk membuat desain pembelajaran matematika yang lebih menarik dan berdaya guna. Melalui integrasi budaya, teknologi, dan keislaman, matematika menjadi lebih dari sekadar hitungan tetapi juga menjadi medium untuk memahami kehidupan, memperkuat identitas, dan membangun masa depan.

Sebagai tindak lanjut, penyelenggara berencana untuk mengadakan webinar lanjutan dengan tema-tema yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran masa kini dan masa depan. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa dengan inovasi dan kolaborasi, pembelajaran matematika dapat menjadi pengalaman yang tak terlupakan, membuka wawasan generasi muda untuk menjadi pemimpin masa depan yang cerdas, kreatif, dan berkarakter. (#pemerhatipendidikan)