COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK
Berbalas pantun pembuka presentase RUKOL
Soal 1: Ridda
Jalan-jalan ke Indragiri
Singgah sebentar di Kuantan Singingi
Wahai sahabat bijak berbudi
Buat apa pendidikan di negeri ini
Jawaban 1: Rika
Ke Indragiri Tuan memegang jala,
Jangan lupa membawa bekal
Pendidikan untuk anak bangsa,
Menuju pemuda yang berakal
Soal 2: Ridda
Di singapura kanda berlayar,
Kisah legenda Melayu berdaulat
Kalau kita sudah membayar belajar,
Apa pula yang kita dapat
Jawaban 2: Rika
Disingapura kanda berlayar,
Ceritanya masyarakat dahulu
Kalau kita sudah belajar,
Banyaklah yang didapat ilmu
Soal 3: Ridda
Muara Takus peninggalan sejarah
Tinggi nilainya tiada terkira
Wajib belajar itu siapa sajakah,
Tahukah Tuan apa jawabnya
Jawaban 3: Rika
Muda remaja janganlah lengah,
Rajin belajar setiap masa
Wajib belajar jelaslah sudah
Orang pribadi dan badan jawabannya
Soal 4: Ridda
Buah bayam ada bijinya
Tumbuh bersebelahan di samping batang jarak
Duhai Tuan saya bertanya,
Apa guna ikut program guru penggerak
Jawaban 4 : Rika
Pergi jalan-jalan di akhir pekan
Berburu perak di Negara Kenya
Wahai puan baik saya jelaskan
Guru penggerak banyak ilmunya




KASUS PRIBADI DALAM MANAGEMEN WAKTU
Coach ; Bu Ridda Gusnita
Coachee ; Bu Syandri Atika Sari
Bu Rika dan Bu Ridda sama-sama mengikuti program guru penggerak. Kemudian Bu Rika merasa galau karena bingung menyelesaikan semua tugas yang di embannya, baik itu tugas sebagai seorang guru di sekolah, tugas CGP, tugas tambahan di sekolah seperti operator sekolah, Tim Managemen BOS, Pendamping keagamaan.Untuk mengatasi kegalauannya Bu Rika menelpon Bu Ridda.
Tujuan Umum (Tahap awal dimana kedua pihak coach dan coachee menyepakati tujuan pembicaraan yang akan berlangsung. Idealnya tujuan ini datang dari coachee)
Bu Rika (Coachee) : Assalamualaikum, Bu Ridda?
Bu Ridda (Coach): Waalaikumsallam Bu Rika, Gimana kabar nya?
Bu Rika (Coachee) : Alhamdulillah sehat, Bu Ridda gimana kabarnya? Sehat? Maaf saya mengganggu waktu istirahatnya ibu?
Bu Ridda (Coach) : oh tidak mengganggu kok bu..saya malah senang ibu telpon.ada apa bu Rika?
Bu Rika (Coachee) : gini bu, saya lagi galau nih, kegiatan kita di program guru penggerak kan padat sekali bu, di tambah lagi dengan kegiatan mengajar dan tugas tambahan lainnya d sekolah. Apalagi urusan rumah tangga.jadi saya bingung untuk bisa menjalankan semuanya dengan tepat waktu.
Identifikasi (Coach melakukan penggalian dan pemetaan situasi yang sedang dibicarakan, dan menghubungkan dengan fakta-fakta yang ada pada saat sesi)
Bu Ridda (Coach) : ooo gitu bu,emangnya ibu dalam satu minggu mengajar berapa kelas dan tugas tambahan nya apa saja?
Bu Rika (Coachee) : dalam satu minggu saya mengajar 5 kelas dengan jam mengajar seminggu 30 JP.dan tugas tambahan saya sebagai operator sekolah, Tim Managemen BOS, Pendamping keagamaan.
Bu Ridda (Coach): wah sungguh luar biasa tugas yang ibu emban. Kalau begitu tugas CGP nya kapan ibu mengerjakannya?
Bu Rika (Coachee): Biasanya saya mengerjakan tugas CGP sesuai mood saya aja sih bu.kadang di sekolah kadang tengah malam di rumah.
Rencana Aksi (Pengembangan ide atau alternatif solusi untuk rencana yang akan dibuat)
Bu Ridda (Coach): hhmmm.jadi sekarang apa rencana ibu untuk menghadapi permasalahan yang ibu sebutkan td?
Bu Rika (Coachee): rencananya setelah ini saya membuat schedule rencana kerja sesuai dengan due date nya masing-masing dan juga berdasarkan skala prioritas.
Bu Ridda (Coach):bisa ibu ceritakan bagaimana cara ibu menyusun schedule dengan due datenya dan skala prioritasnya juga?
Bu Rika (Coachee): saya akan membuat rincian kegiatan dalam bentuk table.di dalam table tersebut akan saya rincikan mulai dari kegiatannya,due datenya kapan, dan tempat di mana.dan akan saya print dan di pajang di meja kerja sekolah, di dinding kamar,dan membuat pengingat di Hanphone supaya bisa mengerjakan tugas dengan tepat waktu
Bu Ridda (Coach): super sekali rencana ibu ke depannya.semoga terlaksana sesuai dengan yang direncanakan ya…semangat ibuu…
Tanggungjawab (Membuat komitmen atas hasil yang dicapai dan untuk langkah selanjutnya)
Bu Ridda (Coach): Siapa dapat membantu Bu Rika dalam menjaga komitmen yang ibu buat td?
Bu Rika (Coachee): nanti yang membantu saya untuk menjaga komitmen yang telah saya buat tadi adalah keluarga seperti suami, kepala sekolah dan rekan sejawat.
Bu Ridda (Coach): wah bagus sekali ibu… Saya sangat mendukung. Mudah- mudahan semua berjalan lancar dan sesuai harapan ya bu…
Bu Ridda (Coach):o iya eeee, Bagaimana dengan tindak lanjut setelah perbincangan ini?
Bu Rika (Coachee): setelah ini saya akan memulai membuat schedule sesuai skala prioritas dan saya akan bersemangat untuk melakukannya.
Bu Ridda (Coach): selalu semangat ya bu rika, segala masalah yang kita hadapi tidak akan di luar kesanggupan kita, jadi saya yakin bu Rika bisa melewati masa-masa sulit ini.
Bu Rika (Coachee): Terimakasih bu Ridda atas waktunya untuk sharing masalah yang saya hadapi, mudah-mudahan kita diberikan kesehatan selalu, aamiin.
Lembar Observasi Proses Praktek Coaching Model Tirta (untuk Pengamat)
|
No |
Langkah dalam model TIRTA |
Komentar |
|
1. |
Tujuan: Menyampaikan tujuan coaching |
Menurut saya, Tujuan yang disampaikan oleh coachee sangat jelas yaitu ingin mencari solusi atas permasalahan pada saat tugas yang diembannya begitu banyak.mulai dari tugas CGP, mengajar seminggu 30 JP.dan tugas tambahan saya sebagai operator sekolah, Tim Managemen BOS, Pendamping keagamaan. |
|
2. |
Identifikasi:Memberikan pertanyaan-pertanyaan dan umpan balik yang mengarah pada identifikasi potensi coachee |
Coach memberikan pertanyaan yang dapat membuat coachee menyadari bagaimana memanage waktu dalam mengerjakan tugas. |
|
3. |
Rencana Aksi: Memberikan pertanyaan-pertanyaan dan umpan balik mengenai rencana aksi coachee dalam menyelesaikan permasalahannya |
Coach memberikan pertanyaan yang dapat membuat coachee merencanakan hal-hal dalam menyelesaikan permasalahan yaitu membuat schedule dengan due date dan skal prioritas. |
|
4. |
Tanggung jawab: memberikan pertanyaan-pertanyaan dan umpan balik mengenai komitmen coachee dalam menjalankan rencana aksinya |
Coach menanyakan tentang Siapa dapat membantu coachee dalam menjaga komitmen yang dibuat. Dan Bagaimana dengan tindak lanjut setelah perbincangan ini selesai. |
Tabel 4
REFLEKSI DIRI LATIHAN COACHING
|
Nama CGP : Ridda Gusnita |
|
|
Refleksi Diri |
|
● Apa yang sudah berjalan dengan baik selama percakapan? ● Apa yang masih perlu diperbaiki/ditingkatkan? ● Apa yang Bapak/Ibu lakukan untuk tetap dalam kondisi presence (kehadiran penuh) sebelum dan saat melakukan coaching? ● Apa yang akan Bapak/Ibu lakukan untuk memperbaiki/meningkatkannya?
|
|
Tuliskan Hasil Refleksi Anda: · Saya sudah mengetahui lebih mendalam lagi setelah melakukan coaching dengan menggunakan alur TIRTA yang di dapatkan di LMS · Mengingat dan memperbanyak kosakata dalam memberi pertanyaan kepada coachee yang mengarah ke alur TIRTA. · Bisa memandu percakapan dengan baik dan memberi pertanyaan dengan baik · Melakukan latihan coaching dengan rekan sejawat lainnya agar terbiasa. Tuliskan Umpan Balik dari Coachee Anda: Pertanyaan untuk coachee: Apa yang Anda rasakan pada saat dicoaching? Perasaan saya senang dan menimbulkan semangat kembali untuk bisa komitmen tepat waktu dalam mengerjakan tugas-tugas yang di emban.
|

(foto Pribadi; Dokemntasi pengambilan Vidio coaching)

KASUS SUPERVISI REKAN SEJAWAT OLEH PENGAWAS SEKOLAH
Coach: guru, coachee: rekan guru, 1 pengamat
Coach : Rika
Coache : Ridda
Pengamat :
Rekan Anda bercerita jika dia baru saja mendapatkan teguran dari kepala sekolah yang menerima laporan dari pengawas sekolah yang melakukan supervisi saat ia mengajar. Pengawas sekolah yang melakukan supervisi tampak keberatan ketika rekan Anda mengajar tanpa buku teks. Rekan Anda mengajar dengan memanfaatkan sumber-sumber belajar lainnya. Ketika diingatkan pengawas tersebut, rekan Anda menyampaikan jika ia tetap mengacu pada kurikulum walaupun tidak menggunakan buku teks. Pengawas tersebut tampaknya tersinggung dan memberikan laporan tentang hal itu kepada kepala sekolah. Bagaimana Anda menyikapinya?
Tujuan Umum (Tahap awal dimana kedua pihak coach dan coachee menyepakati tujuan pembicaraan yang akan berlangsung. Idealnya tujuan ini datang dari coachee)
Pada Jam istirahat Bu Rika dan Bu Ridda bercengkrama di Ruang Guru.Bu Ridda menyampaikan keluh kesah nya setelah di supervise oleh pengawas sekolah.
Coachee : Bu Rika, bolehkah saya meminta waktunya? Saya mau bercerita tentang apa yang saya alami tadi ketika pelaksanaan supervisi oleh pengawas
Coach : Baik Bu Ridda, apa yang mau ibu ceritakan tentang kejadian tadi?
Coachee : Begini Bu. Saya baru saja mendapatkan teguran dari kepala sekolah yang menerima laporan dari pengawas sekolah yang melakukan supervisi saat ia mengajar. Pengawas sekolah yang melakukan supervisi tampak keberatan ketika saya mengajar tanpa buku teks. Saya mengajar dengan memanfaatkan sumber-sumber belajar lainnya. Ketika diingatkan pengawas tersebut, saya menyampaikan jika saya tetap mengacu pada kurikulum walaupun tidak menggunakan buku teks. Pengawas tersebut tampaknya tersinggung dan memberikan laporan tentang hal itu kepada kepala sekolah.
Identifikasi (Coach melakukan penggalian dan pemetaan situasi yang sedang dibicarakan, dan menghubungkan dengan fakta-fakta yang ada pada saat sesi)
Coach : O begitu bu… Kira-kira hambatan apa yang menyebabkan ibu tidak menggunakan buku teks?
Coachee : Saya sudah terbiasa mengajar dengan cara tersebut dan materi yang saya ajarkan sudah saya kuasai.
Coach : Apa kelebihan yang dirasakan ibu saat tidak menggunakan buku teks?
Coachee : Saya merasa lebih bebas dalam menyampaikan materi dan hal tersebut adalah sebagai implementasi dari merdeka mengajar
Coach : Kalau boleh tahu, pada saat mengajar ibu menggunakan sumber belajar apa?
Coachee : Saya menggunakan sumber belajar dari internet, seperti video pembelajaran di You Tube, artikel ilmiah di internet.
Coach: Menurut ibu apakah menggunakan buku teks dapat menghambat eksplorasi murid?
Coachee: Mmmm… kalo saya pikir-pikir kembali, penggunaan buku teks tidak akan menghambat eksplorasi murid, bahkan bisa jadi memperkaya referensi murid dalam mengeksplor materi pembelajaran.
Coach : ya.. saya setuju dengan ibu.. semua bisa kita jadikan sumber belajar, semakin banyak yang kita gunakan semakin baik.
Rencana Aksi (Pengembangan ide atau alternatif solusi untuk rencana yang akan dibuat)
Coach : Jadi sekarang apa rencana ibu untuk untuk menyelesaikan masalah ini?
Coachee : yang pertama saya akan menghadap Kepala sekolah, untuk menyampaikan permohonan maaf karena saya telah membuat kecewa bapak pengawas, kalua memang memungkinkan saya ingin bertemu langsung dengan bapak Pengawas, supaya masalah ini bisa selesai dan tidak menimbulkan salah paham yang berkepanjangan.
Coach : Apa yang akan ibu sampaikan kepada Bapak Pengawas?
Coachee : saya akan mengatakan bahwa saya akan mengajar menggunakan banyak sumber belajar diantaranya buku teks, internet, video pembelajaran dengan tujuan supaya murid-murid dapat mengeksplorasi materi dengan merdeka.
Coach : bagus sekali rencana ibu, mudah-mudahan berhasil..
TAnggungjawab (Membuat komitmen atas hasil yang dicapai dan untuk langkah selanjutnya)
Coach : Apa komitmen ibu terhadap rencana ibu ini?
Coachee : Saya berkomitmen untuk selalu membuat rencana pembelajaran yang menggunakan banyak sumber belajar untuk eksplorasi materi sehingga murid-murid saya dapat menjalankan merdeka belajar dan saya akan membuat murid-murid saya senang dalam kegiatan eksplorasi materi, tanpa ada unsur paksaan, akan saya serahkan pemilihan sumber belajar pada murid-murid saya.
Coach : wah bagus sekali ibu… Saya sangat mendukung. Mudah- mudahan semua berjalan lancar dan sesuai harapan ya bu…
Coachee : terima kasih bu Rika atas waktunya untuk sharring, mudah-mudahan kita semua bisa menjadi Guru yang selalu dirindukan oleh murid-murid kita ya…Aamiin…
Lembar Observasi Proses Praktek Coaching Model Tirta (untuk Pengamat)
|
No |
Langkah dalam model TIRTA |
Komentar |
|
1. |
Tujuan: Menyampaikan tujuan coaching |
Menurut saya, Tujuan yang disampaikan oleh coachee sangat jelas yaitu ingin mencari solusi atas permasalahan pada saat disupervisi mengajar. |
|
2. |
Identifikasi:Memberikan pertanyaan-pertanyaan dan umpan balik yang mengarah pada identifikasi potensi coachee |
Coach memberikan pertanyaan yang dapat membuat coachee menyadari bahwa yang di sarankan oleh Pengawas bukan suatu yang harus dihindari tetapi bisa untuk tambahan sumber belajar dalam eksplorasi materi pembelajaran di kelas |
|
3. |
Rencana Aksi: Memberikan pertanyaan-pertanyaan dan umpan balik mengenai rencana aksi coachee dalam menyelesaikan permasalahannya |
Coach memberikan pertanyaan yang dapat membuat coachee merencanakan hal-hal dalam menyelesaikan permasalahan baik dengan kepala sekolah, dengan pengawas dan dengan dirinya sendiri tentang sumber belajar. |
|
4. |
Tanggung jawab: memberikan pertanyaan-pertanyaan dan umpan balik mengenai komitmen coachee dalam menjalankan rencana aksinya |
Coach menanyakan tentang komitmen terhadap rencana yang diambil oleh Coachee dan ternyata membuat coachee menjadi yakin akan keputusan dalam solusi yang dia ambil. |
Demikian tadi tugas praktik couching menggunakan model TIRTA, mudah-mudahan bermanfaat... Salam Guru Penggerak...????????
Tabel 4
REFLEKSI DIRI LATIHAN COACHING
|
Nama CGP : Syandri Atika Sari |
|
|
Refleksi Diri |
|
● Apa yang sudah berjalan dengan baik selama percakapan? ● Apa yang masih perlu diperbaiki/ditingkatkan? ● Apa yang Bapak/Ibu lakukan untuk tetap dalam kondisi presence (kehadiran penuh) sebelum dan saat melakukan coaching? ● Apa yang akan Bapak/Ibu lakukan untuk memperbaiki/meningkatkannya?
|
|
Tuliskan Hasil Refleksi Anda: · Saya sudah tau cara melakukan coaching dengan menggunakan alur TIRTA.dan percakapan tadi sudah sesuai dengan alur tirta. · Sering Melakukan latihan coching untuk lebih memahami tentang coaching tersebut · Mendengarkan dengan seksama, focus dengan pembicaraan, keterampilan berkomukasi. · Menganalisa penyebab masalah dan menggali gagasan untuk menetapkan solusi
Tuliskan Umpan Balik dari Coachee Anda: Pertanyaan untuk coachee: Apa yang Anda rasakan pada saat dicoaching? Perasaan saya sangat lega karena coach membimbing saya untuk memecahkan permasalahan yang saya hadapi dan membuat saya bisa berkomitmen untuk melaksanakannya sesuai dengan perencanaan yang telah di buat.
Salam Bahagia.... " Aku selalu merindukan ilmu, strategi, metode, serta keterampilan mengajar yang baru. Karena aku sadar bahwa mengajar itu harus menyesuaikan dengan kondisi hari ini, bukan menurut kondisi buku."
|



