CERITA NUNG

CERITA NUNG

Banyak orang menginginkan posisiku saat ini. Wajahku cantik, banyak orang yang menginginkan dekat denganku. Teman-temanku selalu berusaha untuk dekat denganku. Entah karena mereka memang mau berteman atau hanya ingin ikut terimbas ketenaranku. Ya...aku sangat populer di sekolahku. Sangat mudah aku terkabulkan keinginanku. Teman-temanku selalu ada untukku. Apa yang aku harapkan, dengan mudah kudapatkan.   

Namaku adalah Mikaila. Aku terlahir sebagai anak orang kaya, orang tuaku adalah pengusaha butik batik ternama dan punya cabang dimana-mana. Fasilitas mewah kelas pertama selalu aku dapatkan dengan mudah. Keinginanku selalu dituruti ayahku, tak peduli berapa banyak uang yang akan dikeluarkan ayahku. Menurutnya aku ini adalah harta berharganya. Kasih  sayang orang tuaku begitu tulus untukku. Mereka memberikan pendidikan terbaik bagiku.

Siang ini hawa panas begitu aku rasakan. Kuminum es teh manis dalam gelas besar dengan pisang goreng milik bu Rum, penjaga kantin sekolahku, terasa nikmat kurasakan.  Bersama dengan teman-temanku lain, sambil bersenda gurau menunggu bel masuk kelas. Tiba-tiba aku merasakan seperti air membasahi wajahku. Dingin, sehingga aku segera membuka mata dan melihat sekelilingku.  Ternyata aku hanya bermimpi dan ibuku telah memercikkan air di mukaku.  

“Cepat bangun Nung, pergi ngaji sana di Musola. jangan tidur terus, sudah sore ini. “

"Iya bu sebentar lagi.” Jawab Nung yang masih tak percaya yang diimpikan.

Sambil garuk-garuk rambutnya meskipun tak gatal, tetap dilakukan, andai yang kumimpikan itu nyata adanya.