Empat Golongan Penghuni Surga Menjadi Topik Utama Khutbah di Masjid Agung Nurul Makmur Singkil
Edusiana – Singkil (Sabtu, 14/2/2026)
Suasana penuh khidmat mewarnai pelaksanaan ibadah shalat Jumat di Masjid Agung Nurul Makmur Singkil, 13 Februari 2026. Ratusan jemaah yang datang dari berbagai penjuru wilayah tampak memenuhi setiap shaf hingga ke selasar masjid untuk mendengarkan pesan-pesan religius yang disampaikan dari atas mimbar. Pada kesempatan kali ini, bahasan mengenai kriteria manusia yang dirindukan oleh surga menjadi magnet utama bagi para jemaah untuk merefleksikan kualitas iman dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ibadah ini diawali dengan lantunan azan yang dikumandangkan oleh Ustaz Nauval Ali, yang kemudian dilanjutkan dengan rangkaian prosesi Jumat yang dipandu oleh Ustaz Syahroni sebagai bilal. Ketertiban dan ketenangan jemaah terjaga sepenuhnya, menciptakan atmosfer spiritual yang sangat kental di pusat peribadatan kebanggaan masyarakat Singkil tersebut.
Tgk Ahmad Hulaimi, yang bertindak sebagai khatib, menyampaikan materi khutbah dengan fokus pada empat amalan krusial yang mampu mengangkat derajat seorang hamba di akhirat. Dalam sesi khutbahnya, beliau memaparkan poin-poin penting tersebut sebagai panduan hidup bagi umat Muslim.
"Ada 4 kriteria utama yang membuat orang dirindukan surga: istiqamah dalam membaca Al-Qur'an, kemampuan menjaga lisan dari perkataan yang tidak bermanfaat, memiliki kepedulian sosial tinggi dengan memberi makan orang yang membutuhkan," sebut Ustaz Hulaimi kepada majalah Edusiana. Beliau juga menekankan pentingnya kesempurnaan ibadah dengan menjalankan puasa di bulan suci Ramadhan sebagai elemen keempat yang melengkapi profil hamba yang dirindukan surga tersebut.
Puncak ibadah shalat Jumat dipimpin oleh Tgk Nyak Kaoi yang bertindak sebagai imam. Lantunan ayat-ayat suci yang dibacakan membawa suasana shalat menjadi sangat syahdu dan penuh kekhusyukan. Kehadiran para tokoh agama dalam jajaran petugas Jumat kali ini memberikan kesan mendalam bagi warga, bahwa Masjid Agung Nurul Makmur bukan sekadar tempat ibadah ritual, melainkan juga pusat edukasi bagi umat untuk memperbaiki akhlak dan kepedulian sosial.
Diharapkan jemaah dapat membawa pulang poin-poin penting mengenai pengendalian diri dan empati terhadap sesama. Ibadah Jumat tersebut ditutup dengan doa bersama untuk kemaslahatan umat, dan jemaah membubarkan diri dengan tertib sembari merenungi amalan-amalan yang telah dipaparkan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tgk. Sayuti Ismail
News Writer for Edusiana Magazine

