Tgk Ahmad Hulaimi: Tiga Tanda Ilmu Tidak Bermanfaat
Edisiana - Singkil (6/2/2026)
Suasana khidmat menyelimuti Masjid At-Taqwa Sidodadi, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, saat masyarakat berkumpul memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 H / Jum'at, 16 Januari 2026. Acara yang mengusung tema besar tentang meneladani perjalanan Rasulullah SAW demi mencetak generasi yang kuat iman, cerdas akal, dan mulia akhlak ini menghadirkan Tgk Ahmad Hulaimi sebagai penceramah utama. Beliau merupakan sosok pendidik yang memiliki latar belakang keilmuan mendalam sebagai lulusan Pesantren Mudi Mesra Samalanga, yang kini mengajar di Pesantren Babussalam Batu Korong serta menjabat sebagai pimpinan Pesantren Sidodadi, Simpang Kanan.
Dalam tausiyahnya yang menyentuh hati, Tgk Ahmad Hulaimi memberikan pesan mendalam mengenai hakikat ilmu agar tidak menjadi sia-sia di hadapan Sang Pencipta. Beliau memaparkan bahwa keberkahan ilmu adalah segalanya, sebab ada kalanya ilmu justru tidak mendatangkan manfaat bagi pemiliknya. Tanda pertama dari ilmu yang tidak bermanfaat adalah ketika pengetahuan tersebut hanya berhenti sebagai wawasan di kepala tanpa pernah diwujudkan dalam amal nyata. Beliau mengingatkan bahwa ilmu tanpa amal akan kehilangan esensi kegunaannya dan tidak akan membawa perubahan berarti dalam kehidupan seorang Muslim.
Selanjutnya, sebagai ulama muda yang memegang teguh tradisi keilmuan, beliau menekankan pentingnya ketersambungan spiritual melalui sanad atau bimbingan guru yang jelas. Belajar tanpa guru bukan hanya berisiko membuat seseorang salah arah dalam memahami dalil, tetapi juga menghilangkan keberkahan yang diwariskan oleh para ulama terdahulu. Terakhir, beliau menegaskan bahwa tolok ukur utama kemanfaatan ilmu adalah perbaikan akhlak. Sangat disayangkan jika seseorang yang semakin berilmu justru semakin buruk perangainya atau su’ul akhlak. Sejatinya, cahaya ilmu yang benar harus berbanding lurus dengan kemuliaan adab dan kerendahan hati pemiliknya.
Momentum Isra Mi'raj di Masjid At-Taqwa ini menjadi pengingat bagi seluruh warga Sidodadi untuk terus memperkuat iman dan meluruskan niat dalam menuntut ilmu. Semoga apa yang disampaikan beliau dapat kita teladani bersama, sehingga ilmu yang kita miliki senantiasa membimbing kita menjadi pribadi yang lebih beriman, berakal cerdas, dan memiliki akhlakul karimah.
Tgk. Sayuti Ismail
News Writer for Edusiana Magazine

