Mahar Tak Perlu Mahal: MPU Banda Aceh Ingatkan Esensi Pernikahan di Tengah Melambungnya Harga Emas

Mahar Tak Perlu Mahal: MPU Banda Aceh Ingatkan Esensi Pernikahan di Tengah Melambungnya Harga Emas
Jajaran anggota MPU Kota Banda Aceh (18 orang) dalam pertemuan rutin di Banda Aceh. | Foto: Umar Rafsanjani.

Edusiana - Banda Aceh (Jum'at/30/1/2026)

Lonjakan harga emas yang terus merangkak naik memicu kekhawatiran akan tingginya beban mas kawin di masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh mengeluarkan seruan agar penetapan mahar kembali merujuk pada prinsip kemudahan sesuai tuntunan syariat Islam.

Ketua Komisi C MPU Kota Banda Aceh, Tgk. H. Umar Rafsanjani, Lc., MA, menegaskan bahwa tingginya nilai emas saat ini seharusnya tidak menjadi penghalang bagi keberlangsungan ibadah pernikahan. Ia menekankan bahwa dalam pandangan agama, kemuliaan seorang wanita justru terpancar dari kemudahan mahar yang ditetapkannya.

"Mahar yang ringan tidak sedikit pun merendahkan martabat perempuan. Justru, sebaik-baik wanita adalah yang paling memudahkan urusan maharnya. Ini adalah ciri keberkahan dalam sebuah pernikahan," ujar Tgk. Umar di Banda Aceh, Kamis, 29/1/2026.

Menurutnya, pernikahan adalah sunnah yang bernilai ibadah, sehingga pelaksanaannya tidak sepatutnya dibebani oleh tuntutan materi yang memberatkan salah satu pihak. Tgk. Umar juga mengingatkan para orang tua dan calon mempelai agar tidak terjebak dalam gengsi adat atau kebiasaan sosial yang justru menyulitkan langkah menuju pelaminan.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa kekuatan rumah tangga tidak diukur dari besarnya nominal mas kawin saat akad berlangsung. Ia menyayangkan jika ada pernikahan dengan mahar besar, namun harus kandas dalam waktu singkat karena kurangnya kesiapan mental dan spiritual.

"Tidak ada maknanya mahar hingga belasan mayam jika hubungan tidak bertahan lama. Fokus utama seharusnya adalah bagaimana membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah setelah prosesi akad selesai," tambahnya.

Melalui imbauan ini, MPU Kota Banda Aceh berharap masyarakat dapat lebih rasional dan bijak menghadapi situasi ekonomi saat ini, dengan memprioritaskan keberkahan dan kesiapan membina rumah tangga di atas nilai materi.

Tgk. Sayuti Ismail

News Writer for Edusiana Magazine