Dedaunan yang Menyimpan Rasa
Di hutan sunyi yang penuh warna,
Ada dedaunan yang menyimpan rasa,
Hijau mereka tak hanya tanda,
Tapi kisah yang lama tak terucap kata.
Setiap helai yang bergoyang pelan,
Menggenggam rahasia dalam dekapan,
Tentang cinta yang pernah bersemi,
Dan luka yang diam-diam terpatri.
Daun-daun itu saksi bisu,
Pada rindu yang tak pernah bertemu,
Saat angin membelai dengan lembut,
Rasa pun melayang, tak pernah surut.
Warna hijau yang kini memudar,
Menyimpan jejak rasa yang samar,
Terselip di antara dahan tua,
Harapan yang entah kapan bersua.
Dedaunan jatuh, kembali ke tanah,
Menyatu dengan bumi, menjadi cerita,
Tentang rasa yang tak pernah hilang,
Meski waktu terus berjalan, tanpa bimbang.
Dalam gugurnya, mereka berbisik,
Bahwa rasa ini tak pernah terusik,
Meski dedaunan berganti rupa,
Rasa tetap abadi, tak pernah sirna.

