Inovasi Pembelajaran Keislaman: Guru MI Kota Probolinggo Dibekali Teknologi AI
Probolinggo, 22 November 2024 – Program Pengabdian Masyarakat yang didanai oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam sukses digelar. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pengabdian Masyarakat Berbasis Program Studi, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran.
Dengan mengusung tema “Pelatihan Penggunaan ChatGPT dan Leonardo AI dalam Pembelajaran Materi Keislaman bagi Guru MI di Kota Probolinggo”, acara ini berlangsung di D&C 19 (Depot n Cafe), Kota Probolinggo. Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan guru MI dari lima kecamatan yang ada di Kota Probolinggo, yakni Kecamatan Mayangan, Kecamatan Kademangan, Kecamatan Wonoasih, Kecamatan Kedopok, dan Kecamatan Kanigaran.

Materi Keislaman yang dimaksud dalam pelatihan ini mencakup Mata Pelajaran Qur'an Hadits, Fiqih, Aqidah Akhlak, dan Sejarah Kebudayaan Islam. Dengan demikian, peserta diharapkan mampu menerapkan teknologi AI dalam berbagai aspek pembelajaran yang berkaitan dengan studi keislaman.
Pelatihan ini terbagi dalam tiga sesi utama yang dirancang secara sistematis untuk memudahkan peserta dalam memahami dan mengaplikasikan teknologi AI dalam pembelajaran:
- Sesi pertama berfokus pada pemaparan tutorial penggunaan ChatGPT, di mana peserta diperkenalkan dengan berbagai fitur serta cara mengoptimalkan penggunaannya dalam penyusunan materi ajar.
- Sesi kedua menghadirkan tutorial penggunaan Leonardo AI, sebuah platform yang dapat membantu guru dalam pembuatan konten visual pendukung pembelajaran.
- Sesi ketiga merupakan sesi praktik, di mana peserta secara langsung mencoba mengembangkan materi dan media pembelajaran berbasis AI dengan memanfaatkan ChatGPT dan Leonardo AI.
Sebagai narasumber utama, Abdur Rofiq, seorang desainer dan software engineer yang dikenal memiliki passion tinggi dalam dunia teknologi informasi, membagikan wawasan serta keterampilan dalam pemanfaatan ChatGPT dan Leonardo AI. Para peserta mendapat pemahaman mendalam tentang penerapan teknologi AI dalam pengajaran materi keislaman guna meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih interaktif dan efektif.

Pelatihan ini berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Mereka tidak hanya berdiskusi secara aktif, tetapi juga berkesempatan mencoba langsung fitur-fitur AI yang diperkenalkan. Salah satu peserta, Dany Eka Aprilia, menyampaikan kesannya, “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami para guru MI. Dengan adanya teknologi AI seperti ChatGPT dan Leonardo AI, kami bisa lebih kreatif dalam menyusun materi pembelajaran yang menarik dan interaktif bagi siswa.”
Dengan suksesnya program ini, diharapkan para guru MI di Kota Probolinggo semakin siap menghadapi era digitalisasi pendidikan. Pemanfaatan teknologi AI diharapkan mampu mendorong inovasi dalam metode pengajaran, sehingga pendidikan Islam dapat berkembang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (YF-IA)

