Kata yang Tertinggal di Ujung Pena

Kata yang Tertinggal di Ujung Pena
sumber gambar : identitasunhas.com

Di lembar sunyi yang terbuka,
Selembar kertas putih menanti,
Ujung pena gemetar, 
Menunggu kata-kata yang akan mengisi.

Tinta yang mengalir perlahan,
Seperti aliran air mata yang tak terucap,
Setiap kata yang tertulis,
Adalah gema dari hati yang berbisik.

Ada cerita yang ingin diungkap,
Namun terperangkap di balik bisu,
Kata-kata yang terperangkap,
Menggantung di ujung pena yang ragu.

Apakah mereka tentang cinta yang tak sampai?
Atau mungkin tentang mimpi yang tertunda?
Setiap goresan yang tertahan,
Adalah cermin dari jiwa yang tersimpan.

Di balik setiap jeda yang panjang,
Ada harapan yang tertinggal,
Keberanian yang rapuh,
Dan rindu yang tak pernah terucap.

Pena menari di atas kertas,
Mencoba mengurai setiap rasa,
Namun ada kata-kata yang tersendat,
Tak mampu meluncur menjadi nyata.

Kata yang tertinggal di ujung pena,
Adalah rahasia yang paling dalam,
Mereka berbisik di antara bisu,
Mengisi kekosongan yang tak pernah hilang.

Mungkin suatu hari nanti,
Ketika keberanian menggantikan ragu,
Kata-kata itu akan terlepas,
Menjadi suara yang merdeka, di atas kanvas.

Namun hingga saat itu tiba,
Mereka tetap tersembunyi,
Menjadi kisah yang tak terselesaikan,
Di ujung pena, di hati yang tersembunyi.