Duri Puitis: Kaktus Menari di Gurun Sunyi

Duri Puitis: Kaktus Menari di Gurun Sunyi

Di gurun yang sunyi, kaktus tumbuh gagah,
Duri-durinya seakan puisi yang berkata,
Menari di padang pasir, puitis dan dalam,
Dalam keheningan, ia mencipta kisah.

Gelombang pasir menyaksikan geraknya,
Menari dengan anggun di bawah langit biru,
Duri-duri puitis, bersama angin berbisik,
Mengisahkan kehidupan di padang pasir itu.

Dalam sinar mentari yang membara,
Kaktus merayakan hidup yang terjal,
Duri-duri puitis menjadi simbol kekuatan,
Menghiasi gurun dengan pesona yang abadi.

Berkat pada kesabaran dan tekadnya,
Kaktus menari di gurun yang sepi,
Dalam kerinduan akan tetesan embun,
Namun tetap berseri di bawah cahaya rembulan.

Di gurun sunyi yang tanpa cela,
Kaktus mengajarkan makna keindahan,
Duri-durinya puitis dalam setiap jatuh,
Menari mengikuti irama gurun yang terdiam.

Oh, kaktus puitis, tatkala senja merayap,
Duri-durimu bersinar dalam bayangan,
Menari dengan malam, mengelilingi bintang,
Mengukir puisi di hati yang merindu.

Kaktus menari, dalam gurun sunyi berduri,
Duri-durinya puitis, tak terjangkau hujan,
Namun, ia tetap menari, menari dengan angin,
Menjadi puisi dalam sunyi yang merangkai.