Mawar Berduri di Taman Hati
Di taman hati yang sunyi dan sepi,
Tumbuhlah mawar merah nan indah berseri,
Kelopak lembutnya memikat mata yang memandang,
Namun durinya, tajam, melukai tangan yang meraih.
Setiap helai kelopaknya menyimpan kisah,
Tentang cinta dan luka, tentang harapan dan asa,
Ia mekar di tengah kerinduan yang menggumpal,
Menghiasi hati yang dulu kelam dan kering.
Mawar berduri, kau adalah simbol kekuatan,
Di balik pesonamu tersimpan ketegaran,
Meski durimu tajam dan menyakitkan,
Kecantikanmu tetap memukau dalam kesendirian.
Di taman hati ini, kau berdiri tegak,
Menjadi saksi bisu dari rindu yang menggelegak,
Mengajarkan bahwa cinta tak selalu manis,
Ada luka, ada air mata, namun tetap berharga.
Mawar berduri di taman hati,
Engkau adalah puisi dalam keheningan,
Menghidupkan harapan dalam kesedihan,
Dan mengingatkan, bahwa di balik setiap luka,
Ada keindahan yang takkan pernah pudar.

