Refleksi Sumpah Pemuda dan Jihad Akademis Santri Kelas II Aliyah Putra Babussalam Batu Korong Aceh Singkil untuk Negeri

Refleksi Sumpah Pemuda dan Jihad Akademis Santri Kelas II Aliyah Putra Babussalam Batu Korong Aceh Singkil untuk Negeri
Dokumentasi santri Kelas II Aliyah Putra Pesantren Babussalam Batu Korong dan Wali Kelas pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Edusiana - Singkil
Peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober menjadi momen penting untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan di lingkungan pesantren. Bagi kami di Pesantren Babussalam Batu Korong, Lipat Kajang, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, momentum ini dimaknai secara nyata melalui penguatan semangat belajar atau jihad akademis di kalangan santri.

​Sebagai pendidik yang mendampingi santri Kelas II Aliyah Putra (kelas XI Aliyah), dengan bekal pengalaman menimba ilmu di Pesantren Darul Huda Lhoknibong dan Pesantren Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan (dua pesantren besar di Aceh), serta menyelesaikan pendidikan Pascasarjana di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, kami meyakini pentingnya memadukan keilmuan dayah dengan kesadaran kebangsaan. Menuntut ilmu agama melalui literatur klasik turats serta menguasai ilmu pengetahuan umum di era modern ini merupakan wujud kontribusi nyata santri dalam mengisi kemerdekaan.

Dalam pembinaan sehari-hari, ada beberapa pesan utama yang senantiasa kami tanamkan kepada santri Kelas II Aliyah Putra. Pertama, santri dituntut untuk menjaga etos dan semangat belajar yang istiqamah, mulai dari pengajian subuh, siang, dan malam, hingga muthala'ah mandiri. Kedua, merawat tradisi menghafal kaidah keilmuan merupakan tradisi penting untuk mengunci pemahaman agar ilmu melekat kuat dan tidak hilang dimakan waktu. Ketiga, membiasakan tradisi mencatat poin-poin pelajaran sebagai sarana mengikat ilmu agar bermanfaat di masa depan. Keempat, menegakkan kedisiplinan pesantren karena kepatuhan pada aturan adalah sarana efektif membentuk karakter, melatih kemandirian, dan memelihara rasa ta'dzim (hormat) kepada guru.

​Seluruh arahan ini diberikan karena mereka merupakan generasi penerus yang kelak akan memikul tanggung jawab besar atas masa depan agama, masyarakat, dan negara. Komitmen ini diwujudkan dalam aktivitas belajar harian yang berdisiplin tinggi, sebagai bukti bahwa prinsip Hubbul Wathan minal Iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman) benar-benar dihayati di ruang kelas kami.

​Semoga ikhtiar dan ketekunan para santri Kelas II Aliyah Putra Pesantren Babussalam Batu Korong senantiasa mendapat ridha dari Allah SWT, sehingga dari kelas ini lahir generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta siap berbakti untuk keagungan Islam dan keutuhan NKRI.

Wali Kelas II Aliyah Putra Pesantren Babussalam Batu Korong: Tgk. Sayuti Ismail Aron, M.Ag.