Senja, Saksi Bisu Rindu yang Terpendam
Di tepian senja, rindu membara,
Menyulam kisah di balik cahaya jingga.
Senja, saksi bisu akan rindu yang terpendam,
Diam-diam menyaksikan getaran hati yang tersembunyi.
Di antara bayang-bayang senja yang melipat,
Terbentanglah kenangan, bagai lukisan di langit.
Bisikan rindu yang tak terucap, namun terasa,
Mengalun seirama dengan gemuruh ombak yang datang.
Senja, pelampiasan akan kerinduan yang terpendam,
Menyelinap perlahan ke dalam sudut-sudut hati.
Dalam keheningan, cerita-cerita usang terungkap,
Menari-nari di antara cahaya senja yang memudar.
Saat mentari terbenam, dan langit berubah warna,
Senja mengawal rindu yang terpendam dengan lembut.
Mengajak kita merenung akan masa yang berlalu,
Dan meretas luka yang tersembunyi dalam hati.
Senja, saksi bisu akan segala getir rindu,
Tetap setia menyaksikan perjalanan waktu yang berputar.
Dalam tatapan matanya yang teduh, kita temukan,
Heningnya keabadian, di antara cahaya senja yang redup.

