Menggali Potensi Siswa; SDN 3 Sampang Menggelar Festival Literasi Mini Dengan Tema “GENIT”
Edusiana – (25/4/2025) sejumlah 128 siswa kelas I-VI SD negeri 3 Sampang bergembira menyambut festival literasi. Acara tersebut ditunggu oleh siswa setelah beberapa hari latihan. Bertempat di halaman sekolah dengan beratapkan payung warna-warni festival berlangsung meriah.
Hadir memberi sambutan Ibu Purwati, S.Pd.SD selaku koordinator kegiatan. Beliau menyampaikan semoga dengan festival literasi mini dapat bermanfaat bagi siswa. Festival kali ini mengangkat tema Gembira Berani Tampil (Genit) dengan tujuan memberikan kesempatan pada siswa untuk menunjukan potensinya dengan gembira.
Acara yang mulai pukul 08.00-11.00 WIB dipandu oleh Ibu Agustin Hutasoit, S.Pd. Tampil sebagai pembuka festival siswa kelas 5 dengan tarian “Barong Devil”. Selanjutnya penampilan dari setiap kelas yang merupakan hasil literasi yang telah disiapkan.

Adapun hasil literasi yang ditampilkan yaitu mendongeng, baca puisi, pidato/sesorah, geguritan serta drama mini. Tak ketinggalan beberapa tari kreasi turut ditampilkan sebagai hiburan. Penampilan dibagi dalam beberapa sesi yaitu sesi individual dan parade. Setiap penampilan menyuguhkan sesuatu yang baru dan menarik. Hal itu membuat penonton tetap bertahan meski cuaca cukup panas.
Dalam acara festival semua siswa mendapat kesempatan untuk tampil. Semua siswa tampak gembira dalam setiap tampilannya. Agustin Hutasoit, S.Pd mengungkapkan “apapun bentuk penampilan dari siswa merupakan suatu kemajuan untuk melatih mental. Semua hasil karya siswa mendapatkan apresiasi dari penonton dan guru.”
Purwati, S,Pd,SD menjelaskan pada edusiana dengan festival literasi mini diharapkan muncul generasi baru yang bertalenta. Selain itu, siswa memiliki mental untuk berkompetisi di ajang lomba-lamba. Bertalenta dengan mental bagus akan sulit diperoleh jika siswa tidak pernah diberi kesempatan untuk menunjukan potensinya. Kewajiban sekolah untuk memberikan panggung potensi bagi siswa unjuk talenta.
“Untuk memberikan panggung kreasi siswa tidak harus mewah yang berujung mahal, kita optimalkan aset sekolah yang ada.” jelas Teguh Sutrimo.

