Untaian Hikmah: Tafsir Syekh Abdurrauf Singkil yang Menginspirasi Zaman
Di tengah khazanah Islam yang kaya dan beragam, nama Syekh Abdurrauf bin Ali Fansuri atau lebih dikenal dengan sebutan Syekh Abdurrauf Singkil, bersinar terang sebagai salah satu ulama paling berpengaruh.
Bukan hanya dikenal sebagai sufi besar dan pembawa Tarekat Syattariyah, warisan intelektual beliau juga terukir abadi melalui karyanya dalam bidang tafsir Al-Qur'an "Turjuman al Mustafid". Karya ini bukan hanya sekedar terjemahan, melainkan sebuah untaian hikmah dari bumi Singkil, Aceh, yang terus menginspirasi dan memberikan pencerahan lintas zaman.
Sebelum Turjuman al Mustafid hadir, pemahaman yang mendalam bagi masyarakat Melayu masih terbatas pada mereka yang menguasai bahasa Arab. Abdurrauf melihat kebutuhan mendesak ini dan mengambil langkah monumental dengan menyusun tafsir lengkap Al-qur'an dengan bahasa Melayu.
Tindakan ini bukan hanya mempermudah akses terhadap kitab suci, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam perkembangan studi Islam Melayu, khususnya Aceh. Beliau membuka pintu pemahaman yang lebih luas, memungkinkan ajaran Islam meresap lebih dalam kedalam kehidupan masyarakat Aceh.
Dampak kitab Turjuman al Mustafid tidak lekang dimakan waktu. Kitab ini menjadi rujukan utama bagi para ulama, guru agama, penuntut ilmu di seluruh wilayah Melayu dan berabad-abad lamanya.Bahkan cetakannya di Istanbul pada akhir abad ke-19 menunjukkan pengakuan dan penerimaan karya ini di dunia Islam yang lebih luas.
Demikian itu membuktikan bahwa untaian hikmah dari Singkil ini memiliki nilai yang universal dan dan relevansi yang melampaui batas geografis dan waktu. Karya Abdurrauf Singkil bukan hanya catatan sejarah, tetapi juga sumber inspirasi yang terus hidup hingga kini. Semangat beliau untuk memudahkan pemahaman Al-Qur'an bagi masyarakat patut untuk diteladani.
Kitab Turjuman al Mustafid merupakan monumen intelektual yang berdiri kokoh, menjadi saksi bisu kegigihan dan kearifan seorang ulama dari Singkil. Beliau melalui tafsirnya telah mewariskan bukan hanya sekedar terjemahan ayat-ayat suci, tetapi juga semangat untuk terus menggali makna, memahami pesan dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga untaian hikmah dari Singkil ini akan terus menginspirasi generasi mendatang untuk mencintai dan memahami dan mengamalkan kitab suci Al-Qur'an menjadikannya cahaya penuntun dalam setiap langkah zaman.
Kontributor Edusiana:
Ust. Sayuti Is. S.Sos

