Angin Membawa Cerita yang Tak Tersampaikan
Angin lembut berbisik di antara daun,
membawa cerita dari masa silam,
suara-suara yang tertinggal di udara,
kisah-kisah yang tak pernah terucap.
Di bawah langit senja yang memerah,
aku mendengar bisikan dari kejauhan,
cerita-cerita yang tertiup angin,
membawa rindu dari hati yang jauh.
Ada pesan yang terbang tanpa tujuan,
mencari telinga yang siap mendengar,
kata-kata yang pernah terperangkap,
di dalam ruang yang tak tersentuh.
Angin membawa bayangan kenangan,
wajah-wajah yang kini hanya bayang-bayang,
senyum yang pernah menghiasi hari,
kini terbang bersama desir angin malam.
Setiap hembusan membawa rahasia,
tentang cinta yang tak sempat diungkap,
tentang janji yang pernah diucapkan,
namun terhapus oleh waktu yang berlalu.
Aku mendengar namaku dibisikkan,
di antara rindu yang menyentuh malam,
cerita yang pernah kita bagi bersama,
kini terbang menjauh, hilang di angkasa.
Dalam gelap, angin membawa pesan,
dari jiwa-jiwa yang tak pernah tiba,
kata-kata yang terbenam dalam hening,
tak tersampaikan, namun tetap hidup.
Setiap kali angin menyentuh wajahku,
aku merasakan kehadiran yang jauh,
bayangan cinta yang tak pernah pudar,
meski tak tersampaikan, ia tetap ada.
Aku berdiri di sini, mendengarkan angin,
menerima cerita yang dibawanya perlahan,
dan meski tak semua dapat kusampaikan,
aku tahu, cerita itu tetap bermakna.

