BELAJAR DARI SEORANG GURU

BELAJAR DARI SEORANG GURU
https://www.istockphoto.com/

             Dalam suatu pelatihan, pernah suatu ketika pemateri bercerita tentang kisah seorang pemuda yang ditanya oleh malaikat penjaga surga yaitu Malaikat Ridwan. Malaikat Ridwan bertanya kepada seorang pemuda sebelum masuk ke surga, alasanmu selalu beribadah karena apa? Padahal seusiamu lebih banyak pemuda yang tidak pandai ibadah. Kemudian pemuda itu menjawab karena saya teringat pesan guru saya. Ibadahlah seakan-akan besuk kau akan meninggal. Sejak saat itu, ketika saya beribadah selalu mengingat bahwa Allah akan memanggil saya besuk, sehingga saya selalu menangis dan meminta ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang sudah saya lakukan ya Malaikat Ridwan. Kalau begitu, tunggu dulu, aku akan memanggil gurumu itu, kata malaikat Ridwan.

              Akhirnya, guru pemuda tersebut dipanggilnya dan malaikat Ridwan pun kembali bertanya. Guru, betulkah pemuda ini adalah muridmu yang ahli ibadah? Menurut pengakuannya, dia beribadah dengan khusuk atas ilmu yang kau berikan padanya. Guru pun menjawab, saya memberikan ilmu tersebut atas ilmu yang diberikan guru saya, malaikat. Ilmu yang saya dapat tersebut saya amalkan sesuai dengan anjuran guru saya.

              Malaikat Ridwan pun kembali memanggil gurunya guru pemuda tersebut. wahai gurunya guru, apakah engkau pernah memberikan ilmu tentang ibadah dengan sepenuh hati. Gurunya guru tersebut pun menjawab. Betul malaikat Ridwan, karena saya mendapatkan anjuran dari guru saya untuk mengamalkan ilmu saya kepada murid-murid saya.

              Singkat cerita, akhirnya dengan kejadian tersebut maka berkumpullah para guru yang telah memberikan ilmu bermanfaatnya kepada para muridnya ke dalam surga Allah.

              Dari kisah tersebut, dapat dimaknai bahwa profesi guru memiliki tugas yang mulia yaitu memberikan ilmu kepada orang lain. Tentu saja, setiap tutur kata dan perbuatan seorang guru berdampak besar pada peserta didiknya. Oleh karena itu,  guru memiliki tanggung jawab besar atas keberhasilan seorang peserta didik. Baik tidaknya seseorang sangat bergantung pada didikan seorang guru karena guru memberikan contoh dan teladan baik bagi peserta didik.

              Dalam hal ini seorang guru harus memili sifat sabar, tulus dan mengayomi anak didiknya. Tentu saja yang patut menjadi teladan menjadi seorang guru adalah Rasulullah saw. Firman Allah dalam surat Al Ahzab: 21 yang artinya: “ sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan mengingat Allah.”

              Dari Rasulullah juga diajarkan tentang arti ikhlas dalam mengajarkan ilmu. Hanya mengharap ridho dan ikhlas dalam mengamalkan ilmu. Dengan begitu ilmu yang kita berikan akan bermanfaat bagi anak didik. Dengan kita mengajar hanya untuk Allah, pasti dalam kegiatan mendidik dan mengajar dilakukan dengan senang hati dan berusaha agar ilmu yang kita berikan dapat bermanfaat bagi anak didik kita.

              Menjadi guru adalah pilihan, menjadi guru adalah sebuah kehormatan dan menjadi guru adalah jalan menuju surga Allah karena ilmu yang diberikan dapat bermanfaat bagi anak didik. Terus menjadi guru yang berkarakter mulia, yang bisa menjadi teladan bagi anak didik kita. (ril)