Jadilah Pembuka Akses Kebaikan

Kebaikan itu mengundang saudaranya dan mengajaknya

Jadilah Pembuka Akses Kebaikan
Bukalah segala akses kebaikan

EDUSIANA- Depok(Selasa/11 November 2024) Setiap kita tentu ingin menjadi pribadi yang bermanfaat, ucapan dan perbuatannya selalu melahirkan perkara yang mendorong kepada kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain sehingga pesan-pesan taat mudah diingat dan peringatan dari dosa dan maksiat mendorong bertaubat, maka tentu apapun tugas dan profesi yang digeluti seseorang tidak akan menghalanginya untuk menjadi simbol dan figure kebaikan karena dia ingin darinya akses kebaikan terbuka dan pintu keburukan tertutup.

Dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنَ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ، مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ، وَإِنَّ مِنَ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلشَّرِّ مَغَالِيقَ لِلْخَيْرِ، فَطُوبَى لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ، وَوَيْلٌ لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الشَّرِّ عَلَى يَدَيْهِ

“Sesungguhnya di antara manusia ada yang menjadi pembuka kebaikan dan penutup pintu keburukan. Dan sesungguhnya di antara manusia ada yang menjadi pembuka keburukan dan penutup kebaikan. Berbahagialah orang-orang yang Allah jadikan sebagai pembuka kebaikan melalui tangannya. Dan celakalah orang-orang yang Allah jadikan sebagai pembuka keburukan melalui tangannya.” (HR. Ibnu Majah no. 237, Ibnu Abi ‘Ashim dalam As-Sunnah no. 297, Ath-Thayalisi dalam Al-Musnad no. 2082 dan Al-Baihaqi Syu’abul Iman no. 298. Dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 1332)

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah memiliki kata-kata yang sangat indah dalam menjelaskan kunci-kunci kebaikan, Allah ta’ala telah menjadikan setiap perkara yang diinginkan ada kunci yang membukanya, seperti kunci dari shalat adalah berwudhu, sebagaimana sabda Rasulullah shallaluhu alaihi wa sallam : “kunci dari shalat adalah berwudhu”, kunci dari haji adalah  Ihram, kunci kebaikan adalah kejujuran, kunci surga adalah tauhid, kunci ilmu adalah bertanya dan mendengarkan yang baik,  kunci kemenangan dan kejayaan adalah kesabaran, dan kunci untuk mendapatkan tambahan nikmat adalah bersyukur, kunci kesetiaan dan cinta adalah dzikir, kunci kesuksesan adalah taqwa, kunci taufik(bimbingan) adalah  harapan dan rasa takut, kunci dikabulkannya permintaan adalah doa, kunci untuk menginginkan akhirat adalah zuhud di dunia, kunci keimanan adalah memikirkan apa yang Allah perintahkan kepada hamba-hamba-Nya agar ia renungi, dan kunci untuk masuk kedalam keridhoan-Nya adalah Islam dan keikhlasan kepadaNya dalam cinta, benci serta berbuat dan meninggalkan, dan kunci kehidupan hati adalah mempelajari Al-Qur'an, berdoa di malam hari dan meninggalkan dosa, kunci untuk mendapatkan rahmat adalah sedekah dalam beribadah kepada Sang Pencipta dan berusaha untuk memberi manfaat kepada hamba-hamba-Nya, kunci rezeki adalah berusaha dengan memaafkan dan bertakwa, kunci kemuliaan adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, kunci untuk mempersiapkan diri menghadapi akhirat adalah pendeknya harapan, dan kunci dari setiap kebaikan adalah keinginan kepada Allah dan akhirat. (diterjemahkan dari kitab hadi al-arwah ila biladi al-afroh: 101)

Dari hal diatas menunjukkan bahwa seorang hamba dituntut untuk memperhatikan dengan seksama dalam mengetahui kunci-kunci kebaikan dan untuk apa kunci-kunci itu dibuat, dia berupaya menyerukan dan membimbing manusia, membukakan kepada mereka akses menuju kebaikan dan kebenaran seluas-luasnya dan berusaha untuk menjadi pengunci dari segala akses keburukan dan kejahatan didalam kehidupannya agar keberuntungan senantiasa menyertainya dan kesengsaraan terhindar darinya.

Oleh : Kamaludin,S.Pd.,M.Pd (Penggiat Dakwah dan Pendidikan)