JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.2 NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN

PENDIDIKAN CALON GURU PENGGERAK

ANGKATAN 8

MODUL 1.2. NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK

TRI PAMUJI, S. Pd., M.Pd

SMP NEGERI 2 BODEH KABUPATEN PEMALANG

 

Jurnal Refleksi dwi mingguan ini dibuat untuk melengkapi  salah satu tugas calon guru penggerak. Jurnal refleksi dwi mingguan dibuat secara rutin tiap dua minggu sekali setelah selesai mempelajari sebuah modul. Pada kali ini saya akan merefleksikan  seluruh rangkaian kegiatan selama mempelajari modul 1.2. yaitu tentang Nilai dan peran Guru Penggerak.

Dalam mengerjakan tugas ini saya menggunakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway , melalui pertanyaan sebagai berikut :

Facts (Peristiwa) : Ceritakan pengalaman Anda mengikuti pembelajaran pada minggu ini atau pada saat aksi nyata ke dalam kelas ? Apa hal baik yang saya alami dalam proses tersebut? Ceritakan juga hambatan atau kesulitan Anda selama proses pembelajaran pada minggu ini? Apa yang saya lakukan dalam mengatasi kendala tersebut?

Feelings (Perasaan): Bagaimana perasaan Anda selama pembelajaran berlangsung? Apa yang saya rasakan ketika menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Ceritakan hal yang membuat Anda memiliki perasaan tersebut`

Findings (Pembelajaran) : Pelajaran apa yang saya dapatkan dari proses ini ? Apa hal baru yang saya ketahui mengenai diri saya setelah proses ini?

Future (Penerapan) : Apa yang bisa saya lakukan dengan lebih baik jika saya melakukan hal serupa di masa depan ? Apa aksi/tindakan yang akan saya lakukan setelah belajar dari peristiwa ini?

Dibawah ini adalah hasil refleksi yang telah saya lakukan :

  1. Facts (Peristiwa)

Setelah saya menyelesaikan modul 1.1 tentang filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara sesuai alur MERDEKA, maka mulai tanggal 29 Mei 2023 kami mulai masuk mempelajari modul 1.2 tentang Nilai dan Peran Guru Penggerak. Kegiatan dimulai sesuai yang ada di LMS yaitu tugas 1.2.a.3 Mulai Dari Diri yaitu membuat trapesium usia dan menulis di blog. Berikut adalah trapesium usia berdasarkan pengalaman hidup yang saya alami Trapesium Usia Tri Pamuji. Dari penugasan pembuatan trapesium usia tersebut dapat diambil pelajaran bahwa meskipun dalam jangka waktu yang lama manusia akan selalu mengingat peristiwa berkesan yang pernah dialaminya, baik itu peristiwa yang menyenangkan atau peristiwa positif dan juga peristiwa yang menyedihkan atau negative. Dari hal ini saya menjadi sadar bahwa sebagai seorang guru saya ingin memberikan kesan positif pada murid saya agar kelak yang diingat oleh mereka adalah peristiwa positif bukan peristiwa negative. Setelah itu dilanjutkan Eksplorasi Konsep Belajar Mandiri dengan melakukan kegiatan membaca bacaan, menonton video, melakukan kegiatan yang dicontohkan bacaan dan menjawab pertanyaan reflektif yang ada pada LMS.

Pada tanggal 30 – 31 mei 2023 dilanjutkan Eksplorasi Konsep melalui forum diskusi yang ada di LMS, pada forum diskusi ini CGP diminta untuk memberikan komentar dan juga diminta memberikan umpan balik atas respon atau komentar paling tidak 2 dari rekan CGP.

Selesai mempelajari materi modul 1.2 melalui alur Eksplorasi Konsep, kegiatan dilanjutkan dengan forum diskusi melalui Ruang Kolaborasi yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 5 Juni 2023. Pada forum ini kami dibagi dalam 3 kelompok dan saya mendapatkan kelompok 3 yang beranggotakan 3 orang, yaitu saya, pak Drajat dan ibu Lutfiana. Pada forum ini kami di masing-masing kelompok diminta untuk menganalisis nilai guru penggerak apa saja yang kami miliki serta menyebutkan nilai yang dominan diantara nilai guru penggerak lain yang ada pada diri kami masing-masing dengan menyebutkan alasannya. Selesai kami menganalisis nilai yang ada pada masing-masing anggota kelompok, kami diminta membuat karya yang berisi gambaran singkat yang berbasis kekuatan nilai lalu merancang satu kegiatan yang sesuai dengan satu peran GP yang kelompok pilih. Dan pada diskusi ini kelompok 3 memilih peran sebagai pemimpin pembelajaran.

 

 

Hasil diskusi kami ini kemudian kami presentasikan kepada kelompok lain dan juga fasilitator yaitu Ibu Siska Yuniyati  untuk dapat diberikan umpan balik, presentasi di ruang kolaborasi ini dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2023. Berikut adalah bahan tayang presentasi dari kami kelompok 3 Bahan Tayang Presentasi Kelompok 3. Pada ruang kolaborasi ini kami juga diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan ataupun saran atas presentasi kelompok lain. Berdasarkan saran masukan dari rekan CGP maupun dari ibu Fasilitator kami melakukan perbaikan pada bahan tayang presentasi kami untuk kemudian baru kami unggah di LMS.

 

Proses pembelajaran berikutnya yaitu memasuki alur Demonstrasi Kontekstual yang dilaksanakan pada tanggal 7 – 8 Juni 2023, pada alur ini CGP diberikan tugas untuk membuat kisah narasi dalam format presentasi tertulis/ presentasi power point/ poster/ peta pikiran/ video/ audio sederhana tentang gambaran diri sebagai guru penggerak di masa depan. Kegiatan di modul 1.2 ini diakhiri dengan diskusi virtual Elaborasi Pemahaman Modul 1.2 bersama instruktur Ibu Ribka Rolentiana Kekado dari Dindikbud Kupang. Pemaparan materi yang disampaikan instruktur sangat jelas dan rinci sehingga semakin menambah pemahaman tentang modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak serta mendapatkan banyak pencerahan dari pertemuan virtual ini karena dalam pertemuan ini juga ada diskusi antar sesama Calon Guru Penggerak dengan Instruktur.

 

 

 

 

  1. Feelings (Perasaan)

Selama dua minggu mempelajari modul 1.2 tentang Nilai dan Peran Guru Penggerak ini, berbagai macam perasaan yang saya rasakan, diantaranya ada perasaan termotivasi, tertantang dan juga perasaan khawatir tidak bisa menyelesaikan pendidikan dengan baik dan terkadang juga muncul perasaan insecure dengan rekan-rekan calon guru penggerak lainnya yang terdiri atas orang-orang hebat. Tapi kembali lagi saya harus bisa mengubah perasaan insecure ini menjadi rasa syukur bisa bertemu guru-guru hebat dan dapat saling berbagi ilmu dan pengalaman. Harapan dan doa yang selalu saya panjatkan yaitu dapat melalui semua proses pendidikan dengan baik dan lancar apapun hambatannya, seperti halnya dalam mengerjakan salah satu tugas di modul 1.2 yang dipenuhi dengan drama. Saat itu bersamaan dengan banyaknya tugas di sekolah untuk mempersiapkan kelulusan dan pelepasan kelas 9 sehingga tinggal waktu malam hari untuk menyelesaikan tugas, malam itu saya sudah bersemangat untuk mengerjakan tugas tapi tiba-tiba listrik mati alhasil saya harus nunggu listrik nyala untuk dapat mulai mengerjakan tugas padahal sudah  mendekati waktu due date, beruntung pemadaman tidak berlangsung lama tapi gangguan lain kembali datang anak bungsu saya yang belum genap 2 tahun belum juga mau tidur, saat itu perasaan yang ada adalah rasa hampir putus asa terbayang tugas yang belum terselesaikan. Alhamdulillah sebelum waktu due date akhirnya saya bisa mengunggah tugas di LMS. Melalui pendidikan calon guru penggerak inilah kita dituntut untuk bisa memanajemen waktu dengan baik sehingga semua tugas sebagai guru ataupun tugas sebagai calon guru penggerak.

Selama mempelajari modul 1.2 ini saya merasa bahwa materi di modul 1.2 berhubungan erat dengan modul 1.1 yaitu bahwa untuk mengimplementasikan pemikiran Ki Hajar Dewantara guna mewujudkan merdeka belajar dan profil pelajar pancasila maka seorang guru penggerak harus memiliki nilai-nilai guru penggerak, diantaranya berpihak pada murid, mandiri, inovatif, kolaboratif dan reflektif. Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut maka seorang guru penggerak dapat bertindak sebagai agen perubahan dalam pendidikan.

Semaikin mendalami materi pada modul 1.2 tentang nilai dan peran guru penggerak menumbuhkan kesadaran pada diri saya yaitu saya merasa mulai tergerak dan bersemangat untuk melakukan perubahan pada diri saya sendiri. Saya ingin memperbaiki hal-hal yang kurang baik selama ini, lalu berusaha menumbuhkan nilai dan peran yang mesti dimiliki oleh seorang guru penggerak. Setelah saya tergerak, selanjutnya saya ingin menggerakkan rekan sejawat di sekolah sehingga bisa bergerak bersama mewujudkan peserta didik yang berkarakter Profil Pelajar Pancasila untuk Indonesia yang lebih baik dan ikut berperan dalam perubahan pendidikan Sehingga menjadi Guru Penggerak di masa depan sesuai impian yang tertuang dalam Demonstrasi Kontekstual modul 1.2  

  1. Findings (Pembelajaran)

Setelah dua minggu mempelajari modul 1.2 banyak ilmu dan pengalaman baru yang saya dapatkan, diantaranya yaitu sebagai berikut:

Pembelajaran tentang sistem kerja otak manusia yang terdiri atas thinking fast dan thinking slow. Pembelajaran yang saya ambil yaitu bahwa thinking slow atau cara berpikir lambat wajib dimiliki oleh seorang guru agar tidak buru-buru dalam memutuskan sesuatu sehingga melalui cara berpikir lambat ini kita dilatih untuk menjadi lebih bijaksana. Kemudian saya belajar mengenai 5 dasar kebutuhan manusia yang terdiri atas kasih sayang dan rasa diterima, kekuasaan, kesenangan, kebebasan, dan bertahan hidup. Dengan mempelajari topik ini saya lebih mengerti bagaimana harus memperlakukan murid saya. Topik berikutnya yang saya pelajari pada modul ini yaitu tentang tahap perkembangan manusia menurut Ki Hajar Dewantara dan menurut Erik Erickson. Melalui topik ini diharapkan kita mengetahui psikososial di setiap tahap perkembangan manusia dan kita menjadi paham apa yang harus dilakukan ketika berhadapan dengan peserta didik di setiap tahap perkembangannya. Materi berikutnya yaitu tentang nilai dan peran guru penggerak, melalui materi ini kita diharapkan semakin mengerti nilai apa saja yang harus kita miliki sebagai calon guru penggerak dan kita juga harus memahami peran apa saja yang harus kita lakukan sabagai calon guru penggerak.

  1. Future (Penerapan)

Dari pembelajaran modul 1.2 tentang nilai dan peran guru penggerak, saya termotivasi untuk menjadi bagian dari perubahan dengan memulai dari diri saya sendiri untuk terus berbenah dan melakukan perbaikan di pembelajaran agar terwujud tujuan pendidikan yang selaras dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara. Selesai pembelajaran pada alur elaborasi pemahaman/ koneksi antar materi saya perlu melakukan rencana penerapan ke depan, diantaranya pembelajaran yang berpihak pada siswa, melakukan refleksi bersama siswa, rekan guru dan kepala sekolah setelah melakukan pembelajaran sebagai langkah untuk memperbaiki proses pembelajaran, selanjutnya melakukan inovasi pembelajaran , misalnya dalam penggunaan media pembelajaran, Melakukan pengembangan diri dengan mengikuti berbagai diklat, pelatihan ataupun seminar yang menunjang kompetensi sebagai pendidik. Melakukan kolaborasi dengan rekan sejawat, instansi di sekitar sekolah dan orang tua murid dalam kegiatan-kegiatan di sekolah dalam rangka memajukan sekolah.

 

Sekian pemaparan saya dalam refleksi dwi mingguan modul 1.2 nilai dan peran guru penggerak.

 

Semoga bermanfaat.

 

Salam Guru Penggerak!

 

Guru Bergerak Indonesia Maju!