Ki Hajar Dewantara dan Tut Wuri Handayani: Refleksi Pendidikan Humanis di Hari Pendidikan Nasional

Ki Hajar Dewantara dan Tut Wuri Handayani: Refleksi Pendidikan Humanis di Hari Pendidikan Nasional
Kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Hari Pendidikan Nasional kembali hadir, bukan sekedar pengingat kelender, melainkan sebuah panggilan jiwa untuk merenungkan pondasi pendidikan bangsa. Di tengah semarak perayaan, terngiang indah warisan luhur Ki Hajar Dewantara "Tut Wuri Handayani". Lebih dari sekedar semboyan, frasa ini adalah kunci pembuka potensi terpendam setiap insan, sebuah kompas yang menuntun arah pendidikan yang memerdekakan.

Bayangkan seorang petani bijak di ladangnya, dengan sabar ia menyiapkan tanah yang subur, kemudian ia menyemai, dan menyiraminya dengan kasih sayang, dan melindunginya dari gangguan. Begitulah esensi "Tut Wuri" hadir di belakang, bukan untuk mengendalikan, melainkan untuk memahami keunikan setiap tunas bangsa. Guru dan pemimpin pendidikan adalah garda terdepan mengamati dengan seksama, merasakan potensi denyut nadi setiap anak, dan memberi dukungan yang tepat di saat yang tepat.

Lalu, "Handayani" sebuah pendorong yang lembut namun tak tertahankan. Ia adalah bara semangat yang dinyalakan dalam hati setiap peserta didik. Bimbingan yang tulus bukan hanya transfer ilmu, melainkan percikan inspirasi yang membangkitkan rasa ingin tahu yang membara, keberanian untuk menjelajah batas diri, dan keyakinan bahwa setiap harapan layak untuk diperjuangkan. Seorang pendidik yang mengamalkan "Handayani" adalah pelita yang menerangi jalan, bukan hanya menunjukkan arah, tetapi juga menanamkan kepercayaan pada kemampuan diri untuk mencapai tujuan. 

Di Hari Pendidikan Nasional ini, mari kita sentuh kembali makna terdalam "Tut Wuri Handayani". Bukankah setiap anak dilahirkan dengan potensi yang terbatas? Bukankah tugas kita adalah membuka potensi kunci itu? Filosofi ini mengajak kita untuk melihat pendidikan sebagai perjalanan penemuan diri, dimana setiap individu memiliki ritme dan jalannya sendiri.

Hari ini adalah momentum untuk merayakan para pendidik yang dengan tulus mengamalkan "Tut Wuri Handayani" dalam setiap interaksi. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang dengan sabar menuntun, dengan penuh kasih sayang mendorong, dan dengan keyakinan yang teguh mengantarkan generasi penerus menuju gerbang kesuksesan.

Mari kita jadikan Hari Pendidikan Nasional ini sebagai awal gerakan yang besar membangun dunia pendidikan. Gerakan untuk menghidupkan kembali ruh "Tut Wuri Handayani" dalam setiap kebijakan pendidikan, setiap kurikulum, dan setiap praktik pengajaran. Dengan menyentuh jiwa dan mendorong potensi setiap anak bangsa, kita sedang merajut masa depan Indonesia yang lebih cerah, inovatif, dan berkarakter. "Tut Wuri Handayani" bukan sekedar warisan, melainkan inspirasi abadi yang akan terus menyemai benih-benih kemajuan di bumi pertiwi.

Penulis Artikel:

Ust. Sayuti Is, S.Sos, Mahasiswa (S2) UIN Ar-Raniry Banda Aceh