Pondok Ramadhan Sebagai Kegiatan Pengembangan untuk Mencapai Profil Pelajar Pancasila

Pondok Ramadhan Sebagai Kegiatan Pengembangan untuk Mencapai Profil Pelajar Pancasila

Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila atau yang sering di sebut dengan Profil Pelajar Pancasila. Profil Pelajar Pancasila memberikan gambaran tentang profil/kompetensi yang dimiliki oleh pelajar di Indonesia sesuai dengan tujuan pendidikan Nasional yang masuk ke dalam visi Pendidikan di Indonesia. Profil Pelajar Pancasila mencakup enam kompetensi yang dirumuskan sebagai dimensi kunci yang dalam hal ini keenam dimensi kunci tersebut saling berkaitan dan saling menguatkan sehingga dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang utuh membutuhkan berkembangnya keenam dimensi tersebut secara bersamaan. Keenam dimensi kunci yang dimaksud adalah : 1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; 2) Berkebinekaan global; 3) Bergotong-royong; 4) Mandiri; 5) Bernalar Kritis; dan 6) Kreatif.

Bulan ramadhan merupakan waktu yang cukup strategis bagi sekolah-sekolah yang mayoritas siswanya beragama Islam. Sekolah-sekolah tersebut dapat menggunaan kesempatan kali ini untuk mengembangkan dimensi kunci yang pertama yaitu Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini bukan berarti bahwa dimensi ini tidak bisa dikembangkan pada waktu lain namun pada bulan ini merupakan kesempatan yang lebih baik karena banyak kegiatan keagamaan yang bisa lebih dikembangkan dan juga ada ibadah khusus yang hanya ada di bulan ramadhan saja yaitu sholat tarawih. Dalam agama Islam bulan ini merupakan bulan dimana pahala dari ibadah yang dikerjakan akan dilipat gandakan.

Bagi sekolah-sekolah, kegiatan pengembangan keimanan dan ketakwaan bagi pelajar muslim di bulan ramadhan biasanya kemas dalam bentuk Pondok Ramadhan. Pelaksanaan kegiatan pondok ramadhan di sekolah sangat bervariasi sesuai dengan kekhasan dari masing-masing sekolah. Sebagian sekolah melaksanakan kegiatan pondok ramadhan dalam bentuk penyampaian materi yang dilaksanakan secara klasikal/di dalam kelas pada pagi hari selayaknya sekolah seperti biasa namun dikhususkan pada penguatan materi keagamaan. Sebagian sekolah terutama yang berbasis Islam biasanya melaksanakan kegiatan pondok romadhan secara penuh yaitu menginap di suatu tempat (sekolah/pondok pesantren) selama beberapa hari. Metode ini akan lebih memberikan hasil dan kesan yang akan diingat oleh para siswa.

Meski kondisi nasional (pandemi Covid-19) di Indonesia kini semakin membaik namun masih banyak sekolah yang belum berani untuk melaksanakan kegiatan pondok ramadhan dengan cara menginap terlebih dahulu. Hal ini merupakan salah satu usaha dari sekolah dalam mengikuti anjuran dari pemerintah guna pencegahan penularan covid-19. Bagi sekolah yang berada di daerah dengan level covid masih tinggi dapat melaksanakan kegiatan pondok ramadhan dengan cara daring. Sedangakn yang berada pada levil di bawahnya dapat melaksanakannya dengan berbagai variasi cara sesuaid dengan level di daerah masing-masing dengan tetap memperhatikan Instruksi Meteri Dalam Negeri terkait Penerapan Level Covid di masing-masing daerah.

<Mada>