Senandung Malam untuk Jiwa yang Terluka
Dalam heningnya malam yang pekat,
Terselip sebuah senandung lirih,
Mengalun pelan, seperti bisikan angin,
Menyentuh jiwa yang tengah terluka.
Luka itu, seperti retakan halus,
Menghiasi hati yang pernah utuh,
Namun malam, dengan kelembutannya,
Datang membawa pelipur lara.
Bintang-bintang menatap dari jauh,
Seolah mengerti tangisan yang terpendam,
Mereka menari, menghibur hati,
Menerangi jalan dalam kegelapan.
Senandung malam ini bukan sekadar nyanyian,
Ia adalah pelukan dari alam,
Menenangkan hati yang resah,
Menghapus air mata dalam keheningan.
Maka biarlah malam ini berlalu,
Dengan segala duka yang tersimpan,
Dan saat fajar menyapa dunia,
Jiwa yang terluka akan kembali tenang.

