Si Tupai Pintar dan Persediaan Kacang
Di tengah hutan yang lebat, hiduplah seekor tupai kecil bernama Tupi. Tupi terkenal sebagai tupai yang sangat pintar dan rajin. Setiap hari, Tupi berkeliling hutan untuk mencari kacang dan biji-bijian yang lezat. Dia tahu bahwa musim dingin akan segera tiba, dan dia harus mengumpulkan persediaan makanan agar tidak kelaparan.
Suatu hari, Tupi sedang memanjat pohon besar yang penuh dengan kacang-kacangan. Dia melihat ke sekeliling dan berpikir, "Aku harus mengumpulkan sebanyak mungkin kacang hari ini agar persediaanku cukup untuk musim dingin."
Tupi bekerja keras sepanjang hari. Dia mengumpulkan kacang-kacangan dan menyimpannya di lubang pohon yang dia temukan. Saat matahari mulai terbenam, Tupi merasa sangat lelah tetapi juga sangat senang karena persediaannya semakin banyak.
Namun, keesokan harinya, Tupi mendapati bahwa sebagian dari kacang yang dia kumpulkan hilang. Dia sangat bingung dan mulai mencari tahu siapa yang mengambil kacang-kacangnya. Tupi memutuskan untuk bersembunyi dan mengamati lubang pohon tempat dia menyimpan persediaannya.
Tidak lama kemudian, Tupi melihat seekor tikus kecil sedang mencuri kacang dari lubangnya. Tupi segera keluar dari tempat persembunyiannya dan berkata, "Hai, kenapa kamu mencuri kacang-kacangku?"
Tikus kecil itu terkejut dan berkata dengan suara pelan, "Maafkan aku, Tupi. Aku tidak punya cukup makanan untuk musim dingin, dan aku tidak tahu harus bagaimana."
Tupi merasa kasihan kepada tikus kecil itu. Dia berpikir sejenak dan kemudian tersenyum, "Ayo, kita bekerja sama. Aku akan membantu kamu mengumpulkan kacang-kacangan, dan kita bisa berbagi persediaan makanan untuk musim dingin."
Tikus kecil itu sangat senang dan berterima kasih kepada Tupi. Mulai hari itu, mereka bekerja sama setiap hari. Dengan bekerja sama, mereka bisa mengumpulkan lebih banyak kacang dan biji-bijian daripada sebelumnya. Mereka menyimpan makanan mereka di dua lubang pohon yang aman.
Musim dingin pun tiba. Tupi dan tikus kecil itu merasa hangat dan kenyang di sarang mereka. Mereka berdua menyadari bahwa dengan bekerja sama dan saling membantu, mereka bisa menghadapi musim dingin dengan lebih baik.

