Tangis Pilu Gadis Piatu
Di balik bayang malam, gelap sunyi merajai,
Gadis piatu, hening menyapa hatinya yang terluka.
Tangis pilu merdu, seperti rintihan angin malam,
Mengalun dalam kehampaan, tak tersentuh oleh bintang.
Beku dalam kesunyian, hatinya penuh luka,
Biru matanya, sungguh mencerminkan kehilangan.
Pada pelukannya, hampa menggelayuti,
Seakan ia menari dalam gerimis air mata.
Dalam dunia sepi, gadis piatu mencari makna,
Jejak langkahnya tak terdengar, di jalanan yang sunyi.
Tangisnya bagaikan lagu sendu yang tak terhenti,
Melodi kesedihan memecah diam malam yang gelap.
Puisi sepi mencoreng cerita hidupnya yang pilu,
Dua tangan kosong merindu sentuhan yang hilang.
Piatu, namun dalam jiwa ia tetap berdiri tegar,
Menatap masa depan, meski sendirian melangkah.
Air mata gadis piatu adalah puisi yang mengalir,
Menggoreskan luka di lembaran hitam kehidupan.
Namun, di setiap tetesnya, terdapat kekuatan yang bersinar,
Sebuah kisah tangguh dari gadis piatu yang kuat berdiri.

