Tatapan di Balik Jendela
Di balik jendela yang berembun,
Tatapanmu terjebak dalam ruang,
Melihat dunia yang tak kau jamah,
Merindu yang tak pernah usai.
Bayang-bayang siluet,
Melukis cerita dalam diam,
Angin malam berbisik pelan,
Membawa rindumu yang tenggelam.
Hujan turun, membasuh debu waktu,
Menitipkan rindu pada setiap tetes,
Namun tatapanmu tetap terpaku,
Pada dunia yang seakan membisu.
Langit di luar merona jingga,
Tapi di dalam hatimu mendung,
Kau mengintip harapan yang meragu,
Di antara celah jendela yang kaku.
Mungkin suatu hari,
Tatapan itu akan menemukan jawab,
Saat jendela terbuka lebar,
Dan dunia menyapa dengan hangat.
Namun kini, kau hanya bisa menunggu,
Di balik jendela yang bisu,
Menyimpan rindu dalam diam,
Menggenggam harapan yang tak pernah padam.

