Jendela Waktu yang Terbuka Kembali
Ada jendela yang tak pernah tertutup,
Tergantung di langit malam penuh bintang,
Di baliknya, waktu berbisik lembut,
Membawa cerita yang pernah hilang.
Angin membawa bayang-bayang,
Fragmen masa lalu yang mengalun pelan,
Jejak langkah yang dulu terabaikan,
Kini kembali, seperti cahaya yang diam.
Aku memandang ke dalamnya,
Lautan kenangan mengalir deras,
Setiap detik yang terlupa,
Kini melintas, menghidupkan cemas.
Di seberang sana, waktu berhenti,
Saat tawa dan air mata menyatu lagi,
Jendela itu terbuka lebar kini,
Menggenggam waktu yang tak bisa ku raih.
Namun, tak semua harus kembali,
Beberapa kisah tetaplah usang,
Tapi jendela itu tak pernah mati,
Mengingatkanku pada apa yang pernah hilang.
Cahaya dari masa lalu memudar perlahan,
Namun aku tahu, dalam ingatan yang tenggelam,
Ada jendela yang selalu terbuka,
Membawa cinta dan luka, untuk dikenang selamanya.

