Cermin Retak di Sudut Ruang Jiwa
Di sudut ruang yang sunyi,
ada cermin yang retak,
pantulkan bayang-bayang
dari masa yang telah usang.
Setiap pecahan menyimpan cerita,
jejak langkah yang hilang,
tatapan mata yang pernah bersinar
kini memudar dalam bias yang samar.
Di setiap retakan, ada luka,
cinta yang tak sampai,
janji yang tak terucap,
menjadi serpihan yang terpisah.
Jiwa mencoba merangkai ulang,
kepingan kenangan yang tercecer,
namun cermin itu tak lagi utuh,
seperti hati yang lelah dalam kesunyian.
Di sana, aku berdiri,
melihat diriku yang dulu,
tersesat dalam bayang-bayang
cermin retak di sudut ruang jiwaku.

