Karakteristik Kurikulum Merdeka
Dalam melakukan pendataan tentang kesiapan satuan pendidikan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka, pemerintah menganjurkan satuan pendidikan yang merasa siap untuk medaftarkan sekolahnya secara mandiri dengan sistem online. Namun demikian, pemerintah masih tetap emberikan edukasi bagi satuan pendidikan tersebut melalui video-video yang diberikan sebagai rangkaian proses pendaftaran tersebut.pada video pertama yang disampaikan oleh Bapak Anindito Aditomo selaku kepala BSKAP menjelaskan karakteristik dari Kurikulum Merdeka sebagai berikut:
Lebih fokus pada materi yang esensial
Karena Kurikulum Merdeka berfokus pada materi yang esensial, maka beban belajar di setiap mata pelajaran menjadi lebih sedikit. Dengan adanya beban belajar yang sedikit dikarapkan guru akan memiliki banyak waktu untuk menerapkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan kolaboratif. Diantara metode pembelajaran yang dimaksud di antaranya adalah pembelajaran yang disampaikan dalam model diskusi dan argumentasi, pembelajaran berbasis problem serta pembelajaran berbasis projek. Selain itu, pengurangan beban belajar ini juga ditujukan agar guru lebih memiliki waktu untuk memperhatikan proses pembelajaran muridnya.
Struktur Kurikulum lebih Fleksibel
Dalam penerapan kurikulum merdeka, sekolah akan memiliki kesempatan lebih banyak untuk menggunakan materi kontekstual seuai dengan visi dan misi sekolah atau sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar agar murid mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan lebih menyenangkan. Kurikulum Merdeka tidak mengkotak-kotakkan siswa SMA, MA dan Program Paket C ke dalam jurusan/peminatan IPA, IPS ataupun Bahasa karena dalam Kurikulum Merdeka setelah siswa naik kelas XI dan XII bisa memilih mata pelajaran yang sesuai dengan minat dan aspirasi kariernya tanpa harus masuk ke dalam kelompok peminatan tertentu.
Tersedianya banyak perangkat ajar
Untuk menerapkan Kurikulum Merdeka ada banyak alat bantu yang bisa digunakan oleh guru. Diantaranya adalah buku teks, modul ajar, dan juga asesmen literasi dan numerasi yang dapat digunakan untuk memantau perkembangan belajar murid. Perangkat-perangkat tersebut sudah disediakan oleh pemerintah yang langsung dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajarn. Meski demikian pemerintah juga membuka peluang bagi guru untuk melakukan modifikasi atau adopsi dari alat bantu yang disediakan oleh pemerintah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan masing-masing sekolah. Selain alat bantu yang bisa digunakan oleh guru dalam proses pembelajarann, pemerintah juga menyediakan modul-modul pelatihan yang bisa diikuti oleh guru dan kepala sekolah secara mandiri. Modul-modul pelatihan yang disediakan oleh pemerintah tersebut dikemas secara apik dalam sebuah aplikasi android dan website dengan nama Platfom Merdeka Mengajar.
Dengan karakteristik yang dimiliki oleh Kurikulum Merdeka ini dipercaya bahwa guru akan dapat merancang pembelajaran yang lebih menyenangkan dan lebih bermakna bagi murid. Pembelajaran yang menumbuhkembangkan murid untuk menjadi Pelajar Pancasila yang memiliki identitas ke-Indonesiaan yang kuat dan siap menghadapi masa depannya.
<Mada>

