Mengenal Lebih Dekat Program Guru Penggerak (PGP) Angkatan 6
Meski Program Guru Penggerak (PGP) kini telah memasuki angkatan ke 6, namun masih banyak dari guru bahkan calon guru penggerak yang sudah mendaftar sebagai peserta yang masih kurang memahami tentang guru penggerak serta tahapan-tahapan apa yang akan dilaksanakan sebelum dan selama masa pendidikan.
Menjawab permasalahan tersebut, Kemenbudristek melalui P4TK PKn dan IPS mengadakan Coaching Clinic kepada Calon Pengajar Praktik (CPP) dan Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 6 dengan tujuan memberikan wawasan serta pemahaman kepada guru khususnya CPP dan CGP. Dalam pelaksanaannya, PGP pada setiap angkatan mengelompokkan sekolah sasarannya berdasarkan kelompok daerahnya. Pada angkatan ini kelompok wilayah Jawa (2) terdiri dari 19 Kota/Kabupaten yang dibagi menjadi 2 yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk wilayah Jawa Timur proses PGP ditangani oleh P4TK PKn dan IPS dengan sasaaran terdiri dari 9 Kabupaten/Kota yaitu: Kab. Gresik, Kab. Sampang, Kota Surabaya, Kota Madiun, Kota Mojokerto, Kota Blitar, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo dan Kota Batu.
Tujuan utama dari Program Guru Penggerak adalah mewujudkan Capaian Merdeka Belajar yakni Profil Pelajar Pancasila dengan fokus utamanya adalah terbentuknya pemimpin-pemimpin pembelajaran yang hebat di masa mendatang. Adapun bentuk asesmen dalam program ini adalah hasil penugasan dan praktik pelatihan, umpan balik (rekan sejawat, pendamping, murid) dan peningkatan hasil belajar murid.
Berikut adalah Arah dari Program Guru Penggerak:

Dalam Program Guru Penggerak ini, guru tidak bisa berjalan sendiri. Mulai dari awal pendaftaran hingga berakhirnya kegiatan guru akan selalu melibatkan para pemimpin sekolah (Kepala Sekolah, Pengawas, Teman Sejawat dan juga murid). Dalam tahap pendaftaran mislanya, guru diwajibkan melampirkan surat ijin mengikuti Program Guru Penggerak dari Kepala Sekolah. Tanpa adanya ijin dari kepala sekolah maka guru tidak dapat mengikuti program ini. Selanjutnya selama program berlangsung, Pengajar Praktik (PP) akan melakukan Pendampingan Individu (PI) dengan cara datang ke sekolah dari CGP bertemu kepala sekolah untuk melakukan pengecekan terhadap program yang dilaksanakan oleh CGP. Demikian juga dengan pengawas sekolah. Sedangkan teman sejawat dan murid akan berperan dalam proses pemberian umpan balik terhadap CGP.
Ada beberapa perbedaan antara pelaksanaan PGP Angkatan 6 ini jika dibandingkan dengan PGP angkatan sebelumnya. Pada angkatan sebelumnya PGP dilaksanakan selama 9 bulan dengan Struktur Programnya berjumlah 306 JP. Sedangkan pada angkatan 6 ini waktu pelaksanaan pendidikan hanya 6 bulan saja dengan struktur program yang sama bahkan ditambah menjadi 310 JP.
Selama proses pendidikan tersebut, CGP akan mengikuti pelatihan secara daring (full daring) sehingga tidak akan mengganggu kegiatan pembelajaran di sekolah. Pelatihan dari PGP berbasis LMS sehingga CGP akan bisa mengatur waktu belajaranya sendiri menyesuaikan dengan kesibukannya mengajar. Pelatihan ini terdiri dari 3 modul yaitu: Modul 1. Paradigma dan Visi Guru Penggerak, Modul 2. Praktik Pembelajaran yang Berpihak pada Murid, dan Modul 3. Pemimpin Pembelajaran dalam Pengembangan Sekolah. Dari ketiga modul tersebut kemudian dipecah kembali menjadi 10 sub modul (sub modul 1.1, 1.2, 1.3, 1.4, 2.1, 2.2, 2.3, 3.1, 3.2, dan 3.3).
Prinsip yang digunakan dalam Progam Guru Penggerak adalah Andragogis dan Pembelajaran Berbasis Pengalaman sehingga setelah lulus Program Guru Penggerak setiap guru penggerak akan mendapatkan hasil yang berbeda-beda. Hal ini sesuai dengan kerangka desain PGP bahwa proses yang dialami oleh CGP selama pelatihan diperoleh di tempat kerja dan komunitas praktik meliputi pemberian umpan balik dari atasan, rekan dan siswa (70%). Sedangkan selebihnya diperoleh dengan belajar dari guru lain (20%) dan pelatihan bersama fasilitator dan pendamping/Pengajar Praktik (10%). Kondisi lingkungan dari masing-masing CGP berbeda-beda pastilah akan memberikan pengaruh/hasil yang berbeda pula bagi CGP.
Dalam perjalanannya, CGP akan mengalami tahapan yang cukup panjang selama mengikuti pelatihan PGP ini. Adapun tahapan tersebut mulai dari Tahap Seleksi 1 (CV dan Esai), Tahap Seleksi 2 (Simulasi Mengajar dan Wawancara), Pengumuman Kelulusan, Lokakarya Orientasi kemudian dilanjutkan dengan proses belajar. Didalam proses belajar tersebut terdiri dari 6 kegiatan Pendampingan Individu oleh Pengajar Praktik dan 7 Lokakarya. Sebelum mengikuti tahap lokakarya, CGP haruslah menyelesaikan 2 modul dan mengikuti Pendampingan Individu terlebih dahulu. Pada lokakarya terakhir (panen Hasil Belajar), CGP akan menunjukkan semua aksi nyata dari setiap modul yang telah dikerjakan oleh CGP.
Berikut adalah lini masa rekrutmen Calon Guru Penggerak PGP Angkatan 6:
| No. | Tanggal | Agenda |
| 1 | 27 Desember 2021 – 7 Januari 2022 | Informasi rekrutmen calon peserta program guru penggerak |
| 2 | 10 Januari – 18 Februari 2022 | Seleksi Tahap 1 (Regristrasi, Pengisian CV, Pengisian Esai dan Unggah Dokumen) |
| 3 | 21 – 28 Februari 2022 | Verivikasi dan validasi data pendaftaran |
| 4 | 1 – 22 Maret 2022 | Penilaian Seleksi Tahap 1 |
| 5 | 25 – 30 Maret 2022 | Pengumuman hasil seleksi tahap 1 dan penjadwalan seleksi tahap 2 |
| 6 | 4 April – 15 Juni 2022 | Seleksi Tahap 2 (Simulasi Mengajaar dan Wawancara) |
| 7 | 17 – 21 Juni 2022 | Pengumuman calon guru penggerak |
| 8 | 2 Agustus – November 2022 | Pendidikan Guru Penggerak |
*****

