SEMANGAT VOKASI DI MASA PANDEMI

SEMANGAT VOKASI DI MASA PANDEMI

Pembelajaran Jarak Jauh atau yang lebih dikenal dengan PJJ merupakan istilah yang tidak asing didunia pendidikan. Guru dan peserta didik dari jenjang pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi mengalami mode pembelajaran ini. Untuk jenjang sekolah dasar mungkin mempunyai tantangan tersendiri tapi sekolah menengah kejuruan memiliki tantangan yang lebih kompleks. Mengapa tidak? Jika disekolah dasar dan sekolah menengah pertama tantangannya adalah bagaimana cara merubah pembelajaran tatap muka menjadi daring melalui berbagai macam platform dan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komputer maka sekolah menengah kejuruan memiliki masalah tambahan yaitu bagaimana menghadapi masalah jam praktikum yang tidak dapat di cover oleh pembelajaran online.

Sempat terseok-seok diawal tahun 2020 hingga 2021, SMK kini mulai membuka pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas untuk memberikan kesempatan peserta didik untuk dapat mengakses praktikum. Hal ini diaplikasikan berbeda disetiap sekolah. Ada yang menggunakan system 1 shift (100% peserta didik masuk pada waktu yang bersamaan) namun ada juga yang menggunakan system 2 shift (50% peserta didik masuk pagi dan sisanya siang). Masih belum cukup rumit juga, jadwal kelasnyapun berubah-ubah tiap pekan karena menyesuaikan dengan mode pembelajaran yang digunakan pecan tersebut apakah mode daring atau luring. Pertanyaanya bagaimana dengan para guru? Tentunya mereka harus terus berusaha mengup-date setiap peraturan yang berlaku dan mengadaptasikan teknologi untuk dapat mengakomodir kebutuhan siswa dalam pembelajaran di vokasi. Namun hal tersebut tidak menyurutkan tekad para guru untuk terus berkembang dan bersemangat menghadapi pademi ini.