Wahyu Yasin: Respon Ilahi atas Penolakan dan Kebenaran
Surat Yasin, jantung Al-Qur'an, bukan sekedar ayat yang indah. Penurunannya memiliki latar belakang yang kuat, merespon secara langsung penolakan musyrikin Quraisy terhadap risalah Islam dan sekaligus menegaskan kebenaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Beberapa riwayat menjelaskan beberapa Wahyu dibalik konteks yang mulia ini.
Salah satu sebab utama diturunkan surat Yasin adalah penolakan keras kaum musyrikin Quraisy terhadap kerasulan Nabi Muhammad SAW. Mereka mencibir meragukan status beliau sebagai utusan Allah SWT. Dalam situasi yang penuh tantangan ini, Allah menurunkan surat Yasin sebagai penegasan yang tak terbantahkan atas kenabian Muhammad SAW. Ayat-ayat awal surat ini (ayat 1 sa.pai 3) menjadi jawaban ilahi menenangkan hati Rasulullah dan membungkam keraguan para penentangnya.
Lebih lanjut, terdapat riwayat yang mengisahkan tentang upaya kaum musyrik untuk mencelakai Nabi Muhammad SAW. Dikisahkan bahwa Abu Jahal, salah satu tokoh musyrikin yang keras permusuhannya, berencana untuk menyerang Rasulullah. Namun, Allah SWT melindungi utusan-Nya dengan cara yang ajaib. Dalam riwayat disebutkan bahwa ketika Abu Jahal dan para pengikutnya mendekati rumah Nabi, mereka tidak dapat melihat beliau. Bahkan sebagian riwayat mengatakan bahwa mata mereka menjadi buta sesaat.
Peristiwa ini menjadi latar belakang turunnya ayat-ayat awal surat Yasin ayat (6 sampai 10) yang menggambarkan peringatan yang tidak bermanfaat bagi orang-orang yang telah tertutup hatinya. Selain merespon penolakan terhadap kerasulan, surat Yasin juga diturunkan sebagai bantahan terhadap pengingkaran kaum musyrikin terhadap hari bangkit. Mereka meragukan adanya kehidupan setelah kematian dan hari perhitungan amal. Surat Yasin dengan jelas memberikan gambaran tentang dahsyatnya hari kiamat, kebangkitan manusia dari kubur, dan pengadilan Allah yang Maha Adil. Kisah tentang penduduk suatu negeri, (ayat 13 sampai 29) menjadi salah satu contoh bagaimana kebenaran akan datang hari akhir disampaikan dengan jelas.
Dengan demikian, penurunan surat Yasin adalah respon Ilahi yang komprehensif terhadap berbagai bentuk penolakan dan keraguan yang dilontarkan oleh kaum musyrikin Quraisy. Surat ini tidak hanya menjelaskan kerasulan Nabi Muhammad SAW dan keautentikan Al-Qur'an, tetapi juga memberikan peringatan bagi mereka yang ingkar serta kabar gembira bagi orang-orang yang beriman dan beramal shaleh. Semoga kita mengambil hikmah dari setiap ayatnya dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kontributor Edusiana:
Ust. Sayuti Is. S.Sos

