Abi Ahmad Hulaimi Isi Khutbah Jumat di Masjid Al-Fajar Lipat Kajang
Edusiana - Singkil (Jum'at/30/10/2026)
Pelaksanaan Shalat Jumat di Masjid Al-Fajar Lipat Kajang pada Jum'at, 30 Oktober 2026, menghadirkan suasana yang sarat akan siraman rohani. Sekretaris Tastafi Aceh Singkil ini hadir sebagai khatib dan menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan hati dari dampak kemaksiatan serta kelalaian yang menjadi poin krusial dalam kehidupan seorang Muslim.
​Dalam khutbahnya, beliau mengkaji isi kitab tasawuf Sirajut Thalibin, mengupas tuntas bab Tazkiyatun Nafs (penyucian jiwa) mengenai tanda-tanda hati yang mulai menggelap atau mati. Pimpinan Pesantren Raudhatul Hasani Sidodadi Simpang Kanan ini menjelaskan kepada Edusiana mengenai isi khutbahnya bahwa terdapat tiga indikator utama ketika seseorang mulai kehilangan sensitivitas spiritualnya: tidak merasa sedih saat ketaatan terlewat, tidak merasa bersalah setelah berbuat maksiat, serta hilangnya rasa manis dan kenikmatan dalam beribadah yang kini berubah sekadar menjadi rutinitas.
​Ulama muda tamatan kitab Mahalli yang juga sering mengikuti pengajian Tu SOP serta aktif memimpin acara zikir di Masjid Besar Lhoksukon ini menegaskan betapa pentingnya muhasabah atau introspeksi diri agar hati tidak tertutup oleh tumpukan dosa. Beliau mengajak seluruh jamaah untuk terus merawat kepekaan rohani, senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah SWT, serta menghidupkan amalan-amalan harian dengan penuh kesadaran.
​Semoga pesan-pesan penyejuk jiwa yang disampaikan dari mimbar Jumat ini mampu membimbing kita semua untuk senantiasa menjaga kebersihan hati dan istiqamah dalam ketaatan.
News Writer for Edusiana Magazine
Alamat redaksi Edusiana: Jl. H. Agus Salim, Muaro Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat.

