Kereta Malam ke Kegelapan

Kereta Malam ke Kegelapan
sumber gambar : www.freepik.com

Malam itu, Sarah berdiri di peron stasiun tua, menunggu kereta terakhir menuju kota berikutnya. Kabut tebal menyelimuti area, menciptakan suasana mencekam yang membuat bulu kuduknya berdiri. Jam tua di atas kepala menunjukkan pukul sebelas lewat lima belas menit. Sarah menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri.

Saat kereta akhirnya tiba, suara derit roda besinya terdengar seperti jeritan. Gerbong-gerbongnya tampak usang dan berkarat, seolah-olah sudah puluhan tahun tidak digunakan. Namun, Sarah tidak punya pilihan lain. Dia naik ke dalam gerbong pertama yang kosong dan duduk di salah satu bangku kayu yang keras.

Kereta perlahan bergerak, meninggalkan stasiun dan melaju ke dalam kegelapan malam. Sarah melihat ke luar jendela, namun yang terlihat hanyalah bayangan pohon yang tampak melesat cepat di bawah cahaya bulan purnama.

Tak lama kemudian, Sarah merasakan ada yang aneh. Suara-suara aneh mulai terdengar dari gerbong belakang. Suara langkah kaki berat dan bisikan-bisikan yang tidak jelas. Jantungnya berdegup kencang. Dia memutuskan untuk tetap di tempat duduknya, berharap semua itu hanyalah imajinasinya saja.

Namun, suara itu semakin mendekat. Sarah memberanikan diri untuk berdiri dan mengintip ke lorong gerbong. Kosong. Tidak ada apa-apa di sana. Dia kembali duduk, berusaha untuk tidak panik.

Tiba-tiba, lampu di dalam gerbong mulai berkedip-kedip. Sarah merasakan hawa dingin yang tidak wajar. Dari sudut matanya, dia melihat bayangan hitam melintas. Perlahan, bayangan itu semakin mendekat, memperlihatkan sosok seorang pria tua dengan mata kosong dan wajah pucat.

Sarah merasa tubuhnya membeku. Pria tua itu berhenti di depan tempat duduknya, menatapnya dengan tatapan kosong. "Kamu tidak seharusnya ada di sini," bisik pria tua itu dengan suara serak.

"Si-siapa kamu?" tanya Sarah dengan suara gemetar.

"Aku adalah penjaga kereta ini. Kereta yang tidak pernah kembali dari kegelapan," jawab pria tua itu. "Penumpang-penumpang yang pernah naik kereta ini, tidak pernah kembali ke dunia nyata."

Sarah merasakan ketakutan yang luar biasa. Dia ingin lari, tetapi kakinya terasa berat. Pria tua itu mengulurkan tangan dinginnya, mencoba menyentuh Sarah. Dengan sekuat tenaga, Sarah berteriak dan berlari menuju pintu gerbong, mencoba melarikan diri.

Dia berhasil membuka pintu gerbong dan melompat keluar. Sarah terjatuh di tanah keras, terluka, tapi dia tidak peduli. Dia bangkit dan berlari sejauh mungkin dari kereta itu. Kereta malam itu terus melaju, menghilang dalam kegelapan tanpa jejak.

Sarah tidak pernah menceritakan kejadian itu kepada siapa pun. Namun, dia selalu menghindari perjalanan dengan kereta malam, takut akan kembali bertemu dengan kereta ke kegelapan yang membawa penumpang-penumpang ke dunia yang tidak pernah kembali.