Mulut Membungkam Jarilah Yang Bicara

Mulut Membungkam Jarilah Yang Bicara

Mulut Membungkam Jarilah Yang Bicara

Oleh: Tatik Indarwati

 

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi  tak dapat dipungkiri memang memang memberikan dampak positif yang luar biasa bagi kehidupan manusia. Banyak pekerjaan yang selesai dalam waktu yang lebih cepat. Banyak informasi yang tersampaikan lebih cepat dan menjangkau lebih banyak sasaran. Sendi-sendi kehidupan banyak terbantu dengan perkembangan dunia teknologi  informasi dan komunikasi saat ini.  

Seiring dengan perkembangan teknologi dan komunikasi tersebut bagi masyarakat yang belum siap dan dengan bekal wawasan keilmuan yang rendah, kondisi  ini dapat menjadi bumerang bagi rakyat kecil ataupun masyarakat elite yang sarat politik.

Masayarakat yang literasinya rendah, sering mendapatkan informasi melalui media massa yang bertebaran di dunia maya namun mereka banyak yang menerimanya dengan ditelan secara lansung yang akhirnya dapat memperoleh pengetahuan yang tidak valid. Terkadang akhirnya mereka yang temperamental, atau egonya tinggi menjadikan informasi itu sebagai kebenaran. Maka akhirnya yan terjadi adalah permusuhan dan konflik tidak dapat dihindarkan.

Konflik sosial akhirnya sering terjadi akhir-akhir ini gara-gara media sosial. Msyarakat merasa bebas dan tidak terbatas atas kondisi seprti ini. Ucapan seakan tak lg penting, etika silaturahim pun mulai beregeser. Ketika terdengar berita duka segera ramai-ramai kirim ucapan tidak  mensholatkan, ketika tersebar berita atau video yang belum tau betul kebenarannya langsung bergeraklah jari -jemari memberikan komentar dan terkadang memberikan tindakan yang kurang pas.

Pesan rasulullah panutan kita

سلامة الإنسان في حفظ اللسان                          

(H.R. al-Bukhari).

Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah disebutkan, "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau lebih baik diam (jika tidak mampu berkata baik)" (HR: al-Bukhari dan Muslim).

Diriwayatkan oleh Ahmad, Rasulullah SAW juga bersabda:

عليك بطول الصمت فإنه مطردة الشيطان وعون لك علي أمردينك

"Hendaklah engkau lebih banyak diam, sebab diam dapat menyingkirkan setan dan menolongmu terhadap urusan agamamu." (H.R. Ahmad).

 

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

"Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS. Qaaf [50]: 18)

Saat ini ucapan manusia sudah banyak lagi yang beralih bentuk. Ucapan manusia saat ini telah berubah menjadi tulisan. Opini terhadap sesuatu sering terjadi dan bahkan seperti tidak ada undang-undang  yang menyangkut hal itu. Cuat-cuit suara masyarakat bebas tak terbatas. Seakan tak ada beban pikiran dari apa yang dia ketikkan dalam benda kotak yang bernama handphone.

Fenomena sosial seperti dibahas di atas merupakan sering terjadi di masyarakat. Penyebab terjadinya fenomena hobby berkomentar atau membuat postingan yang menyinggung orang lain bisa dikarenakan kurangnya pengetahuan bahwa ada undang-undang yang mengatur itu. Dalam pandangan mereka dalam genggamannya tidak ada orang yang tahu sehingga masyarakat masih banyak yang dengan mudahknya memposting atau membagikan sesuatu yang seharusnya bukan konsumsi  publik namun menjadi viral. Yang akhirnya terkadang permusuhan yang terjadi di masayarakat.

 Budaya menanggapi pendapat orang baik yang dituangkan dalam bentuk gambar, tulisan atau yg lain dengan cara-cara yang menjadi ciri-ciri orang Indonesia yaitu ramah dan positif thinking kini sudah mulai terkikis hampir hilang. Mudahnya terjadi adu domba dan saling menghujat saat ini merupakan bagian dari dampak belum siapnya kondisi masarakat dengan perkembangan teknologi dan kurangnya ilmu agama sebagai pondasi manusia menjalani kehidupan di muka bumi dengan manusia lainnya secara harmonis sepenuh hati menyadari sebagai mahluk indvidu maupun sebagai mahluk  sosial. Sabtu/5-2-2022.