Peringatan Isra mi’raj Dalam Tinjauan Sosiologis
Peringatan Isra mi’raj Dalam Tinjauan Sosiologis
Oleh: Tatik Indarwati
Pada tanggal 28 Februari tahun 2022 tepatnya atau pada penangggalan Islam yaitu tanggal 27 Bulan Rojab merupakan hari yang sangat penting untuk senantiasa diingat oleh umat Islam. Pada tanggal itu terjadilah suatu peristiwa yang sangat luar biasa dan merupakan salah satu mukjizat yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad S.A.W. Sebagaimana dikisahkan dalam Al-Quran pada surat Al-Isra’ ayat 1 :
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Artinya :
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
Dalam ayat tersebut diceritakan bahwa Allah S.W.T telah memperlihatkan banyak kejadian yang luar biasa kepada Nabi Muhammad, sebagai bentuk tanda kebesaranNYA. Menurut beberapa ahli tafsir dan hadits yang tersohor pada peristiwa itu nabi Muhammad ditunjukkan beberapa kejadian baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan, karena nabi diperlihatkan bagaimana indahnya ganjaran bagi orang yang berbuat baik dan ganjaran bagi orang-orang yang telah berbuat tidak baik. Dalam perjlanannya menuju sampai langit ke-7 sebagaimana diceritaan dalam beberapa hadits bahwa Nabi Muhammad berjumpa dengan beberapa Nabinya Allah S.W.T.
Dalam perisitiwa tersebut ada pesan yang sangat esensial yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad yaitu perintah untuk melaksanakan sholat 50 kali dalam sehari. Dari perisitiwa itu dikisahkan bahwa Nabi sempat bolak-balik minta keringanan karena mengetahui bahwa kaumnya sangat lemah dan tidak sanggup melaksanakanya. Sampai akhirnya perintah sholat boleh dilaksanakan 5 kali dalam sehari.
Dari peristiwa tersebut jika kita lihat Nabi Muhammad S.A.W adalah manusia biasa yang luar biasa.
Beliau memiliki jiwa kasih sayang kepada sesama manusia, toleransi kepasa sesama, memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat sayang pada umatnya, nilai perjuangan yang tinggi untuk membela sesama yang ditunjukkan dengan permohonan beliau untuk umatnya agar tidak terlalu banyak kewajiban sholat yang harus dilaksanakan.
Peringatan Isra’ Mi’raj yang sampai saat ini senantiasa dilakukan oleh umat Islam di seluruh dunia bukanlah hal yang salah selama kegiatan tersebut positif. Banyak hikmah yang bisa diambil diantaranya megingatkan kepada kita bahwa kita sebagai umat Islam memiliki kewajiban sholat 5 waktu yang harus senantiasa dilaksanakan sebagai perwujudan ketaatan kita kepada Allah S.W.T. selain itu peristiwa itu mengajarkan kepada kita untuk saling menghargai, menghormati sesama, tidak mengumbar aib orang lain, dan hal-hal lain yang kita tidak boleh melakukannya di masyarakat karena kita diciptakan hidup yang berbeda dengan yang lain. Karena pada dasarnya semua makhluk adalah ciptaan Allah, S.W.T.
Kita tidak boleh menghina atau mengejek bahkan jangan sampai kita menyakiti orang lain karena setiap manusia adalah ciptaanNYA dan yang berhak memberikan hidayah hanyalah Allah, S.W.T. sekuat apapun manusia tidak akan dapat merubah seseorang apalagi membuka hati manusia. Hanya Allahlah yang tahu dan maha segalanya.
Dalam peringatan Isra’ mi’raj biasanya masyarakat Islam juga mengadakan selamatan atau syukuran dengan membawa makanan ke musholla atau masjid untuk dimakan bersama dengan beberapa ritual dan pembacaan doa yang dilaksanakan sebelum makan bersama. Kegiatan tersebut memberikan kemaslahatan bagi masyarakat karena dengan kegiatan tersebut mereka memiliki solidaritas yang kuat sebagai kesatuan masyarakat yang saling membutuhkan. Karena umat muslim dengan muslim lainya itu ibarat satu tubuh yang jika satu anggota tubuh itu sakit maka anggota lainnya pasti juga terkena imbasnya dan harus segera bekerjasama untuk mencari obat untuk meyembuhkannya.
Aturan atau norma perintah untuk sholat adalah perintah dari Allah S.W.T yang wajib dilaksanakan di manapun tempatnya, perintah sholat merupakan norma yang bersumber dari Allah, S.W.T. yang mutlak tidak bisa berubah dan harus dilaksanakan oleh umat manusia.
Peringatan ini mengingatkan kita apakah sudah terlaksana secara sempurna sholat kita, msih bolong-bolongkah ?maka masih ada kesempatan hidup yang diberikan kepada kita. Mari kita laksanakan selama kesempatan masih diberikan kepada kita karena waktu tidak dapat diputar kembali untuk merencanakan yang lebih baik.

