Sepi dalam Gemerlap Kota

Sepi dalam Gemerlap Kota
sumber gambar : pemandanganalam.com

Di balik riuh rendah langkah kaki,  
Di antara cahaya neon yang tak pernah padam,  
Ada sepi yang merayap diam-diam,  
Menyelinap di sudut hati yang tersembunyi.

Di kota ini, gedung-gedung menjulang tinggi,  
Lampu-lampu berkedip, berkilauan bagai bintang,  
Namun ada kerinduan yang tak tertandingi,  
Menggema lembut dalam keheningan malam.

Gemerlap ini, wajah kota yang berkilauan,  
Menari-nari di antara hiruk-pikuk dan gelak tawa,  
Tetapi di balik gemilangnya, tersimpan kesunyian,  
Menyisakan ruang kosong yang sulit terisi.

Di bawah langit malam yang berpendar,  
Sepi berbisik pelan, merajut kisah sendu,  
Tak ada tempat untuknya dalam keramaian,  
Hanya hadir, sebagai bayang yang tak terlihat.

Manusia berlalu-lalang dengan langkah tergesa,  
Mengikuti irama kota yang tiada henti,  
Namun ada hati yang terdiam, tak tersentuh riuhnya,  
Menggenggam hening, mencari makna dalam kebisingan.

Di tempat ini, di mana mimpi-mimpi berkejaran,  
Ada harapan yang bergelora dalam kesunyian,  
Sepi ini bukan sekadar kehampaan,  
Tapi panggilan jiwa, untuk menemukan arti.

Mungkin, sepi adalah cermin,  
Refleksi diri yang tersesat dalam keramaian,  
Di gemerlap kota, di tengah sorak sorai,  
Sepi berbicara, dengan bahasa yang hanya hati tahu.