Bait-Bait Rindu yang Tak Terucap
Ada rindu yang tak mampu terlukis,
Dalam senyap malam yang merayap pelan,
Ia hadir tanpa suara, tanpa kata,
Mengisi relung hati yang sepi, yang dalam.
Bait-baitnya terbang dalam angan,
Menggantung di langit tanpa bintang,
Menunggu waktu, menunggu kesempatan,
Untuk menjadi nyata dalam pelukan.
Namun rindu itu tetap bisu,
Tertahan di balik kerinduan yang sunyi,
Tak terucap, hanya terpendam,
Menjadi rahasia dalam lirih malam.
Meski tak ada kata yang terucap,
Rindu itu hidup dalam setiap detak,
Mengalir dalam darah, menyatu dengan napas,
Membawa kisah yang tak pernah usai, tak pernah pudar.
Bait-bait rindu yang tak terucap ini,
Akan terus ada, mengisi setiap hari,
Meski tanpa suara, tanpa aksara,
Ia tetap nyata, tetap abadi.

