Tgk. Ismail Labuhan Haji Isi Tausiah Maulid di Barabung: Lidah Itu Kecil, Tapi Dampaknya Besar

Tgk. Ismail Labuhan Haji Isi Tausiah Maulid di Barabung: Lidah Itu Kecil, Tapi Dampaknya Besar
Tgk. Ismail Labuhan Haji, Da'i Muda Berpengaruh

Edusiana - Jantho (Senin/21/9/2026)

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Barabung, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, berlangsung khidmat pada Jumat malam (18/9) mulai pukul 21.00 WIB. Acara yang dibuka dengan lantunan indah ayat suci Al-Qur'an oleh Tgk. Abdurrahman ini menghadirkan alumni Pesantren Darussalam Labuhan Haji, Tgk. Ismail Labuhan Haji, sebagai penceramah utama.

​Keuchik Gampong Barabung, Irwanuddin, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terlaksananya kegiatan keagamaan ini. Kepada Edusiana, ia mengungkapkan bahwa perhelatan malam tersebut merupakan wujud dari perencanaan matang yang telah dirancang sejak tiga tahun lalu.

​Dalam sambutannya, Irwanuddin menegaskan betapa krusialnya peran generasi muda dalam menjaga keberlangsungan kegiatan di lingkungan gampong. Menurutnya, anak muda adalah penopang utama negara, wilayah, hingga tingkat gampong. Tanpa keterlibatan pemuda, roda kegiatan masyarakat dipastikan bakal vakum. Ia pun mengapresiasi tinggi sinergi dan kebersamaan antara golongan tua dan pemuda yang menjadi kunci sukses terselenggaranya acara ini.

​Sementara itu, dalam tausiahnya, Tgk. Ismail Labuhan Haji menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya mawas diri dalam bertutur kata. Ia mengutip kaidah keselamatan salamatul insan fi hifzil lisan, bahwa keselamatan seorang manusia sangat bergantung pada kemampuannya menjaga lisan.

​"Lidah itu ukurannya kecil, tetapi dampak yang ditimbulkannya sangatlah besar (al-lisanu saghirun hajmuhu 'azhimun atsaruhu)," tegas Tgk. Ismail di hadapan para jamaah.

​Lebih lanjut, da'i muda yang meraih penghargaan dari ajang The Aceh Post Award 2025 ini menyoroti bahaya penyakit hati seperti iri, dengki, khianat, dan sombong yang dapat mengikis hingga menghancurkan pahala amalan ibadah. Ia mengimbau jamaah untuk terus menempuh proses takhalli (mengosongkan diri dari sifat-sifat cela) lalu melanjutkannya dengan tahalli (menghiasi diri dengan akhlak terpuji) agar mampu mencapai tingkat tajalli.

​Guna memperkuat pesannya, Tgk. Ismail mengaitkan pentingnya pembersihan hati ini dengan peristiwa sejarah saat dada Rasulullah SAW dibedah sebanyak empat kali semasa hidupnya untuk disucikan dan diisi dengan hikmah serta keimanan.

​Rangkaian acara peringatan Maulid Nabi SAW di Gampong Barabung ini kemudian ditutup dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Tgk. Ismail.


​Semoga momentum peringatan Maulid Nabi SAW ini dapat semakin mempererat tali silaturahmi serta ukhuwah antarwarga Gampong Barabung, sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga lisan, membersihkan hati, dan meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

News Writer for Edusiana Magazine

Teungku Sayuti Ismail Aron, S.Sos., M.Ag.