Lambaran Sajarah
LAMBARAN SAJARAH
Oleh:Miftakhus sa'adah
Lembar-lembar sejarah,
Bertahta dalam raga pejuang bangsa,
Di bumi pertiwi,
Di atas tanah penuh kekayaan ini.
berpijak di atas tanah surga,
Berbangsa luhur serta berbudaya.
Negara pancasila yang perkasa,
Katulistiwa nan nuraga mempesona.
Tahun 1945 pernah lebur,
disucikan darah.
Tidak ada yang amerta.
Begitu melaung gerilyanya,
Melawan penjajah hina dan nista.
Beratus-ratus nyawa melayang,
Tergelimpang diatas tanah tak bertuan.
Seorang pejuang berteriak lantang,
Mengangkat tinggi panji kemenangan.
Bangsa yang besar adalah bangsa
yang begitu menghargai jasa pahlawannya.
Bangsa yang penuh dama.
Bak negeri indah dibawa langitnya.
Samudra luas membentang
Dengan air yang biru
Burung berkicau dengan merdu,
Itulah tanah airku.
Ombak menunduk,
Mematah bongkak leher berlekuk,
Lalu bagaimana hendak kutulis
Seribu baris sajak tentang apatis.
Jika palau sipura begitu menjamu atma,
Sejauh mata memandang pun
aku laksana mengudara.
mentari bersembunyi dibalik ancala.
Indonesia adalah tanah air kita,
Indonesia kaya akan alamnya,
Indonesia kaya akan suku dan bahasanya,
Mari kita jaga kedaulatan negeri kita.
Rawe-rawe rantas malang-malang putung,
Dari sabang sampai merauke,
Bersatulah generasi harapan bangsa,
Berkibarlah sang saka dwi warna.
Lembar-lembar sejarah,
Bertahta dalam raga pejuang bangsa,
Bersemayam dalam rahim ibu pertiwi
Berserak bertabur di atas tanah subur nan makmur

