Pohon Tanpa Buah, Perahu Tanpa Arah: Mengulas Fadhilah Ilmu & Amal Bersama Abi Umar Rafsanjani, Lc., M.A.
Edusiana - Banda Aceh (Senin/10/8/2026)
Suasana khidmat menyelimuti Komplek YPI Dayah Mini Aceh, Banda Aceh, pada Ahad malam (09/08/2026). Para santri, jamaah, serta tokoh masyarakat berkumpul menghadiri Kajian Tematik bertajuk "Seputar Fadhilah Ilmu & Amal" yang disampaikan langsung oleh ulama muda Aceh, Abi Umar Rafsanjani, Lc., M.A.
Acara yang berlangsung mulai pukul 20.30 WIB tersebut menjadi panggung refleksi mendalam mengenai pentingnya menyelaraskan antara tingginya wawasan keagamaan dengan wujud nyata pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.
Figuran Ulama Multitalenta dan Pengabdian Lintas Sektor
Dalam pengantar kajian, sosok Abi Umar Rafsanjani, Lc., M.A. dikenal bukan hanya sebagai seorang pendidik di pesantren, melainkan ulama yang memegang berbagai posisi strategis di tingkat keagamaan, kemasyarakatan, hingga internasional.
Selain menjabat sebagai Pimpinan Dayah Mini Aceh, beliau saat ini mengemban amanah sebagai:
•Ketua Komisi C Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh
•Ketua Majelis Pengajian Tasawuf, Tauhid, dan Fiqih (Tastafi) Banda Aceh
•Sekretaris Rabithah Alumni Dayah Darussalam (RADAD) Aceh
•Pengurus dan Dewan Pembina Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh
•Anggota Dewan Pengawas Syariah (DPS) PT LKMS Mahirah Muamalah Banda Aceh
•Pengurus Ikatan Keluarga Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh
•Pengurus / Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Aceh
•Pembina Laskar Ahlussunnah Wal Jamaah (ASWAJA) Aceh
•Da'i dan Pendakwah Internasional (aktif mengisi pencerahan keagamaan di Malaysia, Brunei Darussalam, hingga kawasan Timur Tengah
Pengalaman beliau yang luas di berbagai lini ini menjadikan materi kajian tidak hanya berbobot secara dalil dan hukum syariat, tetapi juga kontekstual dengan realitas kehidupan sosial masyarakat modern.
Mengikat Ilmu dengan Pengamalan: Dua Pilar Keselamatan
Sesuai dengan tema utama kajian, Abi Umar Rafsanjani menegaskan bahwa ilmu dan amal merupakan dua pilar utama yang tidak dapat dipisahkan. Seseorang yang memiliki ilmu tinggi namun tidak mengamalkannya, ibarat pohon yang lebat namun tak kunjung berbuah. Sebaliknya, orang yang semangat beramal tanpa dibekali ilmu yang benar, ibarat perahu yang berlayar di tengah lautan tanpa arah dan kompas petunjuk.
"Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah, dan amal tanpa ilmu bagaikan perahu tanpa arah."
Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa menuntut ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan di dunia, sedangkan amalan yang ikhlas dan sesuai syariat adalah bentuk konkret dari wujud cahaya tersebut. Tanpa dasar ilmu, ibadah dan perbuatan seseorang berisiko tersesat atau bahkan tidak bernilai di hadapan Allah SWT. Sebaliknya, ilmu yang ditumpuk tanpa pengamalan hanya akan menjadi beban pertanggungjawaban moral bagi pemiliknya di akhirat kelak.
Meneguhkan Komitmen Generasi Berperadaban
Melalui penyelenggaraan kajian tematik ini, Dayah Mini Aceh kembali membuktikan peran nyatanya sesuai dengan visi utama lembaga: Mendidik Generasi, Menyemai Peradaban. Antusiasme jamaah yang memadati majelis hingga akhir acara mencerminkan dahaga umat akan bimbingan spiritual dari para ulama.
Kajian yang telah sukses dilaksanakan semalam diharapkan menjadi pemicu semangat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus memegang teguh prinsip hidup Muslim yang sejati: Berilmu, Beramal, dan Bermanfaat bagi sesama.
Tgk. Sayuti Ismail Aron, S.Sos., M.Ag (Cand).
News Writer for Edusiana Magazine
Alamat redaksi: Jln H.Agus Salim, Muaro Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat

