Babussalam Batu Korong Raih Juara Umum II di MQK Aceh Singkil 2026

Babussalam Batu Korong Raih Juara Umum II di MQK Aceh Singkil 2026
Kontingen Pesantren Babussalam Batu Korong berfoto bersama usai berhasil meraih predikat Juara Umum II pada ajang MQK ke-IV Kabupaten Aceh Singkil di Masjid Agung Nurul Makmur, Rabu (29/7/2026).

Edusiana - Singkil (Kamis,30/7/2026)

Pergelaran Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) ke-4 tingkat Kabupaten Aceh Singkil yang berlangsung selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Juli 2026, di Masjid Agung Nurul Makmur, Desa Pulo Sarok, Aceh Singkil, sukses digelar dengan penuh khidmat. Ajang bergengsi ini diikuti oleh santri utusan dari 29 pondok pesantren yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Aceh Singkil.

Penyelenggaraan ajang ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil. Mewakili Bupati Aceh Singkil, Asisten 2 Setdakab, Bapak Faisal, S.Pd., menegaskan pentingnya melestarikan tradisi keilmuan pesantren.

"MQK ini merupakan wujud nyata dalam menjaga dan merawat tradisi keilmuan kitab kuning, sebuah warisan berharga para ulama yang wajib kita lestarikan bersama," tutur Pak Faisal dalam sambutannya di Masjid Agung Nurul Makmur.

Di tengah persaingan ketat antar-29 pesantren tersebut, peserta Pesantren Babussalam Batu Korong tampil percaya diri sejak awal dengan membawa misi besar: mengincar posisi Juara Umum 1. Optimisme dan semangat membara terpancar jelas dari raut wajah para santri yang siap bertanding.

"Kami menargetkan Juara Umum 1 di MQK Kabupaten Aceh Singkil 2026," ujar beberapa peserta kontingen Babussalam Batu Korong dengan penuh keyakinan kepada media Edusiana.

Kesiapan matang dan dukungan penuh dari pihak pesantren menjadi kunci utama di balik kelancaran serta performa para santri. Official kontingen, Ustazah Yunita, M.Ag., menyampaikan rasa syukurnya atas kenyamanan fasilitas yang diberikan sehingga para peserta dapat fokus berjuang.

"Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara berjalan sangat lancar. Semua peserta dari Pesantren Babussalam Batu Korong ditempatkan di Hotel Raja Pulo Sarok, yang lokasinya hanya puluhan meter dari arena utama Masjid Agung Nurul Makmur," ungkap Ustazah Yunita.

Perjuangan gigih di arena perlombaan pun membuahkan hasil yang sangat membanggakan sekaligus menunjukkan peningkatan prestasi yang signifikan dibanding edisi sebelumnya.

"Peserta kita berhasil menyabet Juara 1 Cabang Tafsir, di mana pada MQK sebelumnya kita berada di posisi kedua. Lalu Juara 1 Cabang Ushul Fiqih, yang pada MQK sebelumnya hanya meraih Juara 2. Kemudian Juara 1 Cabang Akhlak, serta Juara 2 Cabang Imrithi yang mana pada MQK sebelumnya kita belum berhasil meraih juara di cabang ini," terang Ustazah Marliana, S.Pd., yang juga official kontingen Pesantren Babussalam Batu Korong, kepada Edusiana.

Peningkatan capaian di berbagai cabang ini menandakan adanya konsistensi, kerja keras, serta tren positif dalam pembinaan keilmuan santri di Pesantren Babussalam Batu Korong dari tahun ke tahun.

Melalui rentetan gelar tersebut, Pesantren Babussalam Batu Korong akhirnya dinobatkan sebagai Juara Umum II pada MQK Aceh Singkil 2026. Sementara itu, predikat Juara Umum I berhasil disandang oleh Pesantren Darul Muta'allimin Tanah Merah. Meski target awal Juara Umum 1 belum sepenuhnya tergenggam, keberhasilan menembus peringkat kedua dari total 29 pesantren membuktikan bahwa kualitas Babussalam Batu Korong berada di jajaran papan atas.

Melihat potensi besar para santri serta hasil evaluasi ajang ini, pihak manajemen pesantren pun merancang langkah strategis untuk memperkuat tata kelola kurikulum ke depan. Sekretaris Pesantren Babussalam Batu Korong, Ustaz Kamidin, S.Pd., menegaskan komitmennya untuk mendorong penguatan penguasaan kitab-kitab tata bahasa Arab.

"Akan kita usulkan nanti kitab-kitab yang belum masuk dalam kurikulum resmi, seperti Kitab Nahwu Imrithi, agar dimasukkan ke dalam kurikulum wajib tingkat Tsanawiyah. Hal ini penting supaya para santri kita semakin matang, mahir, dan memiliki fondasi tata bahasa Arab yang kuat dalam memahami kitab-kitab turats. Kalau kondisi seperti sekarang, di mana yang dilombakan, sebagiannya bukan kitab kurikulum, kan sayang santri-santri ini harus mencari makna kitab ke sana kemari," tegas Ustaz Kamidin, S.Pd., penuh semangat kepada Edusiana.

Semoga pencapaian manis sebagai Juara Umum II ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh santri Pesantren Babussalam Batu Korong untuk terus memperdalam ilmu-ilmu agama. Harapannya, syiar Islam dan kecintaan terhadap kitab kuning di Kabupaten Aceh Singkil semakin membara, serta melahirkan generasi ulama muda yang cerdas, berakhlaqul karimah, dan siap mengharumkan nama daerah di ajang MQK tingkat provinsi hingga nasional!

News Writer for Edusiana Magazine:

Tgk. Sayuti Ismail Aron, S.Sos., M.Ag. (Cand)

Alamat Redaksi: Jalan H. Agus Salim, Muaro Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.