Harumkan Nama Aceh: Tgk Ashabul Aziz dan Ahmad Thaifur Raih Gelar Juara MQK Nasional 2025
Edusiana - Banda Aceh (8/Oktober/2025)
Kafilah Aceh kembali mengukir sejarah gemilang di kancah Nasional. Dalam ajang Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Nasional, yang berlangsung di Pondok Pesantren As'adiyah, Wejo, Sulawesi Selatan 1 - 7 Oktober 2025, yang merupakan kompetisi bergengsi dalam penguasaan Kitab Kuning, para santri dari provinsi berjuluk Serambi Mekkah ini berhasil meraih sejumlah prestasi membanggakan. Kemenangan ini membuktikan kedalaman ilmu agama dan ketekunan para santri Aceh.
Penyelenggaraan MQK Nasional 2025 kali ini terasa lebih istimewa karena dilangsungkan serentak dengan Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional (MQKI), menjadikan event ini sebagai pusat perhatian ulama dan pegiat ilmu agama dari berbagai negara.
Keberhasilan ini bukan sekadar piala, melainkan manifestasi nyata dari dedikasi dan semangat mereka dalam menguasai kitab kuning yang membawa mereka hingga ke panggung kompetisi Nasional. Dalam kompetisi yang diikuti oleh peserta dari berbagai provinsi, Kafilah Aceh menunjukkan dominasi di berbagai kategori ilmu Islam fundamental.
Beberapa capaian tertinggi yang berhasil diraih santri Aceh meliputi:
•Juara 1 Tafsir - Wustha (Putra): Diraih oleh Tgk Ashabul Aziz dari Dayah Darul Ihsan Aceh Besar.
•Juara 3 Tauhid - Ulya (Putra): Diraih oleh Tgk Ahmad Thaifur dari Ma'hadul Ulum Diniyah Islamiyah, Bireun.
Selain meraih juara utama, Kafilah Aceh juga menyabet sejumlah Juara Harapan 1 di berbagai kategori krusial, meliputi:
• Kategori Akhlak tingkat Ulya (Putra), diraih oleh Teungku Navasya Milhan, santri Pesantren Ma'hadul Ulum Diniyah Islamiyah Bireun.
• Kategori Akhlak tingkat Wustha (Putri), diraih oleh Siti Sara Nazifa, santri Pesantren Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan.
• Kategori Hadist tingkat Wustha (Putra), diraih oleh Hafis Atha Ramadhan, santri Ruhul Islam Anak Bangsa Aceh Besar.
Kategori Tauhid tingkat Ulya (Putri), diraih oleh Alya Rahayu, santri Ma'hadul Ulum Diniyah Islamiyah Bireun.
• Kategori Ushul Fiqh tingkat Wustha (Putri), diraih oleh Hafizah Maheer Sagala, santri Pesantren Minhajussalam Kota Subulussalam. Hasil yang merata ini menandakan kualitas santri dari berbagai dayah di Aceh telah teruji.
Rahasia Keberhasilan: Proses Panjang dan Semangat Menghafal
Prestasi ini adalah puncak dari perjalanan menuju kesuksesan yang panjang, dimulai dari seleksi ketat tingkat dayah hingga pemusatan latihan yang intensif. Keberhasilan ini menguatkan citra Wajah Aceh yang Theocentric, di mana setiap pencapaian diarahkan untuk memuliakan ilmu dan nilai-nilai keagamaan. Menanggapi capaian ini, Abi Safriadi Aron, S.Ag., selaku pebimbing peserta dari kafilah Provinsi Aceh, memaparkan kunci keberhasilan para santri.
"Memahami kitab kuning tidak instan, tapi melalui proses panjang, dimulai dari rajin belajar dalam lokal, keseriusan guru mengajar, hingga menghafal kembali pelajaran di rangkang atau asrama. Intinya adalah menghafal, menghafal, dan menghafal," tegas Abi Safriadi.
Kepada Edusiana, ia juga menyampaikan harapannya, "Semoga kedepannya, lebih banyak lagi peserta kita yang raih juara," ucap Abi Safriadi, yang merupakan Ketua Dewan Guru Pesantren Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan dan anggota tim Asesor Dayah Aceh.
Para juara ini kini menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh, khususnya santri Dayah atau Pesantren. Mereka membuktikan bahwa dedikasi pada warisan keilmuan Islam mampu membawa nama Aceh dan Pesantren harum hingga ke kancah Nasional, serta menjadi pelopor yang menjaga tradisi keilmuan autentik di Serambi Mekkah.
Tgk Sayuti Ismail Aron:
Writer of Inspirational Articles for Edusiana Magazine

